Tel Aviv, Gontornews — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pengampunan untuk Elor Azaria, prajurit Israel yang divonis bersalah karena menembak dan membunuh warga Palestina tahun lalu.
“Ini sulit dan menyakitkan terutama untuk Elor, keluarganya, tentara Israel, banyak warga dan orangtua dari tentara, di antaranya saya … Saya mendukung pemberian grasi untuk Elor Azaria,” kata Netanyahu pada hari Rabu di halaman Facebook.
Presiden negara itu, Reuven Rivlin, yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan pengampunan, katanya akan menunggu proses hukum sebelum membuat keputusan.
“Dalam hal pengampunan harus diminta, itu akan dipertimbangkan oleh presiden sesuai dengan praktik standar dan setelah rekomendasi dari instansi terkait,” katanya dalam sebuah pernyataan. Pernyataan itu dibuat hanya beberapa jam setelah Azaria dinyatakan bersalah pada hari Rabu.
Seorang hakim membacakan putusan pengadilan selama lebih dari dua jam sebelum mengumumkan putusan. Prajurit Israel berumur 20 tahun itu sekarang terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Militer Israel mengharapkan bahwa ia akan dihukum lebih dari seminggu. Pada 15 Januari mendatang tim pembela Azaria menyatakan akan mengajukan banding. [Rusdiono Mukri]




















