Sumenep, Gontornews — Ringkasan Informasi Tahfidz Ma’had Al-Amien (RITMA) adalah organisasi santri di Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. RITMA sendiri sering menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan motivasi dan pengukuhan pengurus.
Kepada Gontornews.com Dr. KH Ahmad Fauzi Tidjani, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan menginformasikan bahwa Rabu (16/7/2025) pengukuhan pengurus baru RITMA 2025 di lingkungan Tahfidh Putri berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Acara ini juga disambut dengan tausiyah penuh makna dari Nyai Hj Dra Anisah Fathimah Zarkasyi.
Pada kesempatan tersebut, Nyai Anisah, ibunda dari KH Fauzi Tidjani menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang arti penting organisasi, terutama dalam konteks kehidupan pesantren yang sarat nilai-nilai dakwah dan pendidikan.
Mengawali tausiyahnya, Nyai Anisah menegaskan bahwa organisasi bukanlah hal asing dalam kehidupan manusia, tetapi merupakan bagian dari sunatullah dalam menjalani kehidupan sosial. “Terbentuknya organisasi adalah sebuah hal yang lumrah di kalangan umat manusia. Begitu juga di pondok kita ini, harus ada organisasi. Kenapa dibentuk organisasi? Karena, salah satu cara menyebarkan agama Islam, adalah melalui organisasi. Kita juga di sini, organisasi selain sebagai wadah untuk berlatih, juga untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dan berdakwah,” dawuh sang Nyai.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga fungsi utama organisasi di pondok, yang menjadi dasar bagi seluruh gerak dan peran pengurus santri:
1. Berlatih menjadi pemimpin, yakni membentuk santri yang siap memimpin dan dipimpin.
2. Membantu pelaksanaan disiplin, agar kehidupan santri berjalan tertib dan teratur.
3. Menyalurkan aspirasi santri, sehingga suara dan ide-ide mereka dapat tersampaikan dan dikelola dengan baik.
Dengan bahasa yang hangat dan penuh hikmah, putri KH Imam Zarkasyi, Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor itu juga menyamakan organisasi seperti tubuh yang menggerakkan banyak organ ke arah satu tujuan yang sama. “Organisasi menyatukan banyak organ menjadi satu, menyatukan ide dan perbedaan, sama-sama bergerak untuk tujuan yang sama. Kita di sini, di pondok ini, dengan semua aktivitas kita sehari-hari adalah untuk tujuan pendidikan dan dakwah,” tegasnya.
Nyai Anisah juga menekankan bahwa pelaksanaan program dalam organisasi tidak boleh asal jalan, namun harus dilakukan dengan kesungguhan, kontrol, dan evaluasi berkala. “Organisasi adalah wadah untuk berlatih menjadi seorang pemimpin. Pelaksanaan setiap program dalam organisasi harus dengan bersungguh-sungguh, dan harus ada controlling, kemudian evaluasi!”
Di akhir tausiyahnya, ia menyampaikan apresiasi dan doa untuk pengurus lama, serta motivasi yang tulus kepada pengurus baru.
“Bagi yang sudah lepas kepengurusan, terima kasih atas jerih payahnya selama ini. Semoga menjadi amal jariyah. Semoga kalian mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Selamat melaksanakan program Nihai. Tetaplah berdisiplin dan menjadi qudwah hasanah bagi adik-adikmu,” pesannya.
Dan kepada para pengurus baru, Nyai mengucapkan selamat datang di medan amanah. “Selamat untuk pengurus yang baru!!! Gunakan waktu dan kesempatan ini dengan baik-baiknya. Kajilah dan pelajari lagi setiap materi selama PKM. Selamat bertugas dan berorganisasi. Selamat menyalurkan aspirasi. Selamat memimpin. Selamat menjadi pengurus yang terbaik dan lebih baik,” tutupnya.
Tausiyah hangat dan menyentuh dari Ibunda Nyai Hj Dra Anisah Fathimah Zarkasyi ini menjadi suluh semangat bagi para santri, bahwa organisasi bukan sekadar struktur, tapi tempat belajar, tempat tumbuh, dan tempat memperjuangkan nilai-nilai Islam. Sebuah pesan yang akan terus mengakar dalam perjalanan kepemimpinan santri-santri Tahfidh Al-Amien ke depan. [Edithya Miranti]


















