Depok, Gontornews — Apa itu kanker payudara? “Kanker payudara ialah kanker yang berasal dari kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang yang tidak termasuk kulit payudara,” jawab dr Hana dalam sebuah seminar kesehatan yang diadakan oleh Komunitas MM (Meluaskan Manfaat). Kanker ini, lanjutnya, merupakan salah satu kanker terbanyak yang diderita oleh kaum perempuan, selain kanker leher rahim.
Gejala kanker payudara antara lain, pertama, terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri. “Biasanya benjolan menuju kanker tidak terasa nyeri sama sekali, lalu kalau kita raba seolah menempel ke dasarnya,” tekan sang dokter.
Benjolan kanker sejatinya berbeda dengan benjolan yang kerap keluar pada masa-masa hormonal atau menjelang haidh pada wanita. Benjolan masa hormonal atau menjelang haidh biasanya bisa digerakkan, namun kalau benjolan kanker dia melekat di dasarnya, tidak bergerak-gerak seperti kelereng.
Kedua, terdapat perubahan tekstur kulit payudara. Perubahan tersebut seperti kulit payudara mengeras dengan permukaannya mirip kulit jeruk.
Ketiga, terdapat luka di payudara yang tidak sembuh. Keempat, keluar cairan dari puting payudara. Kelima, terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara. Jika seharusnya putingnya berada di tengah, tapi untuk penderita kanker payudara, putingnya ketarik ke bawah. “Gejala ini bisa dideteksi lebih awal dengan melakukan sadari (periksa payudara sendiri),” pesan Doktorpreneur (edukator kesehatan) itu.
Dalam pertumbuhan kanker payudara, penderita stadium 0 sel-selnya mulai mengalami pertumbuhan tidak normal. Kalau hal itu dibiarkan tidak terdeteksi sejak dini, maka akan masuk ke stadium 1. Pada stadium 1 maka pembuluh dan kelenjar getah bening muncul.
Jika penderita masih belum mampu mengatasi laju pertumbuhan kanker ini, maka akan semakin membesar dan bisa berada di tahap stadium 4. Pada stadium 4, kanker payudara sudah bermetastase atau menyebar ke pembuluh darah dan organ di seluruh tubuh, seperti paru, hati, otak, dan lainnya. Saat itulah penderita kanker payudara harus mendapatkan tindakan maksimal karena penyebaran kanker yang semakin meluas.
Kepada Gontornews.com, dokter Hana kemudian berpesan terkait cara pencegahan secara umum (penyakit) termasuk kanker payudara yaitu CERDIK. CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. “Ini adalah rumus, silakan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” tekannya.
Hari kanker payudara sedunia jatuh pada 26 Oktober 2018. Hari itu sepatutnya bisa menjadi alarm berharga bagi kita semua untuk lebih menjaga kesehatan dan bersama-sama memberikan support untuk para penderita kanker payudara agar semangat untuk segera sembuh.
Kuncinya ketika ada sahabat yang menderita kanker payudara, jangan pernah menunjukkan rasa sedih karena yang mereka butuhkan adalah motivasi, optimisme, harapan dan sejenisnya. “Karena itu akan memengaruhi bahagianya untuk menghadapi kanker dengan penuh harapan,” pungkas dokter Muslimah dalam seminar bertema “Ayo Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari dan Sadanis” pada Sabtu (15/10/2022) tersebut. [Edithya Miranti]


















