Depok, Gontornews — Komunitas Edukasi Kesehatan Online MM pada Sabtu (15/10/2022) siang kembali meluaskan syiar dakwahnya dengan mengadakan seminar bertema “Ayo Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari dan Sadanis.”
Acara yang terselenggara secara online dan disyiarkan lewat aplikasi Zoom Meeting serta kanal Youtube tersebut, turut diramaikan oleh dr Hana selaku narasumber serta Zahralwina sebagai moderator. Pada sesi materi, dr Hana memperkenalkan tentang apa itu kanker, bagaimana gejalanya, dan bermacam hal lain terkait kanker secara umum.
Kepada Gontornews.com, doktorpreneur (edukator kesehatan) itu menyampaikan bahwa gejala kanker antara lain dapat diperhatikan dari waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan, alat pencernaan terganggu dan susah menelan, suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh, payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor), tahi lalat yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal, juga koreng yang tak kunjung sembuh.
Dokter Muslimah ini kemudian menyarankan cara mengurangi resiko kanker yaitu jangan merokok dan jangan menggunakan tembakau dalam bentuk apapun. “Jadikan rumah anda bebas rokok,” tekannya. Aktiflah secara fisik, tambah dr Hana, karena meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
Lalu jangan lupa untuk merapkan pola makan dan pola hidup sehat. Diet sehat tanpa pengawet, pemanis, perasa, dan pewarna, serta hindari konsumsi alcohol. Berdasarkan penelitian kesehatan menyusui juga bisa mengurangi resiko kanker pada ibu dan ingatlah untuk mengurangi polusi udara di dalam dan luar ruangan, serta rutin melakukan skrining IVA dan Sadanis FKTP.
Di tengah pemaparannya, dr Hana membeberkan strategi gaya hidup untuk pencegahan kanker, seperti menjaga berat badan sehat (ideal), selalu aktif jalan dengan teman atau mendaftar kelas yoga (tetapkan tujuan kebugaran) dan jangan lewatkan pemeriksaan berkala dengan dokter.
“Kurangi konsumsi sodium/garam, beralihlah ke gandum, nasi merah, juga kurangi minuman manis (air putih lebih baik), dan hindari makanan yang diasap atau dibakar,” tutupnya. [Edithya Miranti]





















