pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 25 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Fadhilah Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Oleh Ali Mahfuz Munawar, Dosen UNIDA Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 October 2022
in Dirasah
0
Foto: news.detik.com

Kelahiran Nabi Muhammad merupakan momentum penting bagi umat manusia, karena wahyu yang datang bersamanya menyempurnakan risalah-risalah yang telah turun sebelumnya. Layaklah jika kelahiran beliau merupakan sebuah peristiwa yang sangat mulia, sehingga tak sedikit umat Islam yang memperingati maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, karena pada dasarnya tidak ada tata cara khusus dalam pelaksanaannya (Sayid Muhammad bin Alawi, Sejarah & Dalil-dalil Perayaan Maulid Nabi SAW: 2011).

Perayaan maulid Nabi menjadi tradisi dengan berbagai bentuk dan cara. Sejatinya perayan mauled merupakan aktivitas meresapi perjalan hidup Nabi Muhammad, yang diharapkan memberi semangat terhadap ruhani masyarakat untuk mencontoh kepribadiannya.

Istilah Maulid bagi kalangan Muslim di Indonesia sudah tidak asing lagi. Secara etimologi, istilah β€œMaulid” berasal dari bahasa Arab Walada Yalidu Wilaadatun yang berarti kelahiran. Kata ini biasanya disandingkan atau dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi bermakna waktu kelahiran atau tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Secara istilah, Maulid Nabi biasanya dimaknai sebagai perayaan yang berkaitan dengan waktu kelahiran Nabi Muhammad setiap tanggal 12 Rabiul Awwal. Perayaan maulid telah menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Muslim di dunia sekarang ini. Bahkan tanggal 12 Rabiul Awwal merupakan hari libur di banyak negeri Muslim. Kapankah sebenarnya perayaan maulid pertama kali muncul dalam sejarah Islam?

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dipopulerkan oleh Muzhaffar atau Abu Sa’id Muzhaffar Kukuburi yang juga dikenal dengan nama Muhafidz Irbil. Dia gubernur di Provinsi Irbil, Irak, pada tahun 549-630 H. Saat itu dia mengumpulkan para ulama, para ahli tasawuf dan para pemuda, dan menjelaskan kembali tentang keutamaan Rasulullah SAW. Ada yang membuat syiir dan qasidah tentang Rasulullah SAW. Di antara tulisan yang terkenal sampai sekarang yaitu barzanzi dan ad-diba’i yang berisi doa dan kehidupan Rasul (Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawa: 2000).

Al-Hafiz Al-Maqdisi mengatakan dalam syairnya, kalau seorang kafir Abu Lahab yang sudah jelas dicela oleh Allah dan kekal selamanya di neraka, dan menurut riwayat dia diringankan azabnya setiap hari Senin karena senang menyambut kelahiran Rasulullah SAW, maka bagaimana orang yang sepanjang umurnya senang menyambut kelahiran Rasulullah SAW dan mati dalam keadaan bertauhid.

Juga dikatakan oleh Imam al-Qura Syamsuddin al-Jazāri jika Abu Lahab yang mencela al-Qur’an dan Nabi, diberikan Allah keringanan dan ampunan satu hari dalam neraka karena bahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, lalu bagaimana dengan seorang Muslim yang bersatu sebagai umat Nabi Muhammad SAW, dan mengorbankan segala kemampuannya demi kecintaannya kepada Nabi SAW, maka baginya balasan surga yang penuh dengan kebahagiaan (Muhammad as-Syadzili an-Naifar: Alihtifal bi Maulidi an-Nabi as-Syarif, tt).

Kemudian dijelaskan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar al-β€˜Asqalani dalam riwayat hadis puasa asyura, karena hari tersebut hari yang baik, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun, Allah melakukan hal tersebut hanya sekali saja bukan tiap tahun akan tetapi puasanya dilakukan atau diulang setiap tahun ini juga bisa menjadi landasan boleh mengulangi peristiwa yang sama pada setiap tahun mensyukuri nikmat Allah atas selamatnya Nabi Musa. Nikmat yang lebih besar daripada selamatnya Nabi Musa yaitu lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Hadis ini juga dijelaskan oleh Al-Hafiz Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya Husnul Maqshadi fi β€˜Amali al-Mauludi. Dia menjelaskan faedah dari hadis ini diperbolehkan kepada kita untuk memperingati suatu hari tertentu dan merayakannya. Apalagi yang diperingati hari lahir manusia terbaik dan kekasih Allah.

Al-Hafiz Ibnu Hajar juga menjelaskan ketika ditanya tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dia menjawab β€˜kegiatan peringatan Maulid Nabi ini bid’ah yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang terdahulu atau salaf as-shalih pada abad ketiga hijriah, akan tetapi bagi yang melakukannya maka termasuk kebaikan dan yang tidak merayakannya juga tidak menjadi masalah, dan sesungguhnya amalan ini termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Hadis).

Imam Darutquthni juga menjelaskan dengan mengingatkan kepada hari-hari Allah, mengingatkan tentang nikmat sehat, makan, anak, serta nikmat iman dan Islam. Nikmat iman dan Islam ini merupakan nikmat yang terbesar, dan nikmat itu tidak mungkin ada tanpa kehadiran Nabi Muhammad SAW. Maka nikmat Allah yang paling besar yaitu kedatangan atau kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Al-Hafiz Jalaluddin al-Suyuthi pernah ditanya terkait hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan, hukum pelaksanaan Maulid Nabi, yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan membaca kisah Nabi Muhammad SAW serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, merupakan bid’ah hasanah. Orang-orang yang memperingatinya akan memperoleh pahala karena bertujuan untuk mengagungkan Nabi SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran beliau. Oleh karena itu, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW tidak tepat dikategorikan sebagai bid’ah sayyi’ah (bid’ah tercela).

Sebab, dalam pelaksanaan merayakan Maulid tidak mengandung unsur maksiat sedikit pun. Bisa dikatakan, hamper seluruh aktivitas yang dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi SAW memiliki landasan syariatnya (Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawa: 2000).

Keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk selalu belajar menambah ilmu pengetahuan tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW, dan juga menambah rasa syukur kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, bersyukur atas kehadirannya sebagai suri teladan umat manusia. Memperingati Maulid Nabi juga sebagai upaya untuk memahami teladannya dengan cara yang baik sebagai usaha untuk mencapai ketakwaan kepada Allah, dan berusaha meniru akhlaq dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Seorang ulama sufi Ma’ruf al-Karkhi yang hidup pada zaman kejayaan Khalifah Harun al-Rasyid mengatakan β€œBarangsiapa menyiapkan makanan dalam rangka peringatan Maulid Nabi, mengumpulkan kerabat atau teman, menyalakan lampu, memakai pakaian baru dan wewangian serta membersihkan diri. Semua dilakukan semata-mata demi memuliakan hari kelahiran Rasulullah SAW, maka Allah akan mengumpulkannya dengan kelompok para Nabi yang utama dan dia berada di puncak derajat tertinggi pada hari Kiamat” (Sayyid Abu Bakar Muhammad Syato ad-Dimyathi: I’anatuth Thalibin, 2009)

Yang membolehkan perayaan Maulid Nabi ialah ulama yang meyakini bahwa ada bid’ah terpuji atau hasanah selama tidak bertentangan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, sedangkan ulama yang menolak perayaan Maulid Nabi ialah mereka yang menolak konsep bid’ah hasanah. Peringatan Maulid Nabi ini memiliki kebaikan selain untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW juga sebagai saran dakwah mengajak orang lain berbuat baik dan menjauhi larangan Allah SWT. []

Tags: Maulid NabiUNIDA
Share110Tweet69Send
Previous Post

Anies Rampung dari Gubernur DKI, PKS: Layak Naik Kelas Pimpin Indonesia

Next Post

Mengenali Gejala dan Strategi Gaya Hidup Mencegah Kanker

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result