Depok, Gontornews — Komunitas MM (Meluaskan Manfaat) lagi-lagi memberikan angin segar kepada masyarakat tentang beragam edukasi kesehatan yang dinaunginya dalam ruang Komunitas Edukasi Kesehatan Online MM. Tepat pada Sabtu siang (15/10/2022) dr Hana yang tergabung dalam komunitas tersebut berkesempatan menyampaikan materi terkait “Ayo Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari dan Sadanis.”
Disebutkannya bahwa pada data kasus kanker di Indonesia 2020 baik untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan dari seluruh usia, data tertinggi ditempati oleh penyakit kanker payudara (lk/pr) 16,6%. Ada sepuluh jenis kanker terbanyak di dunia dan kanker payudara menduduki nomor satu terbanyak di dunia. “Total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 213.546 kasus,” terang dr Hana kepada Gontornews.com.
Doktorpreneur (edukator kesehatan) ini pun kemudian menambahkan bahwa kaum laki-laki paling banyak terkena kanker paru-paru. Hal itu bisa disebabkan karena banyaknya perilaku suka merokok oleh kaum lelaki. Sedangkan untuk kaum perempuan, merekalah yang paling banyak terkena kanker payudara, dibanding kaum lelaki.
Di Indonesia, kanker payudara yang menyerang perempuan mencapai persentase 31%. “Kebanyakan yang memiliki kanker payudara ialah wanita yang tidak mempunyai riwayat menyusui,” lanjut Dokter Muslimah tersebut.
Penting untuk diketahui bahwa kanker payudara merupakan keganasan sel-sel pada jaringan payudara. Pada umumnya kanker ini ditandai dengan munculnya benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara.
Penderita penyakit kanker payudara merupakan salah satu pervalensi tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 0,5% dan ini riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2013. “Dari angka kematian, dari 16% kejadian kanker payudara maka 11% penderitanya meninggal dunia,” ungkap dr Hana.
Oleh sebab itu, jangan remehkan kehadiran penyakit ganas dan mematikan tersebut. Jika ada timbul gejala yang mengarah ke penyakit ini, segeralah periksakan ke dokter. Sebab semakin ia terdeteksi lebih awal, maka akan semakin cepat tindakan penanganan dilakukan dan dengan izin Allah akan semakin besar pula kesempatan untuk sembuh dari bahaya kanker tersebut. [Edithya Miranti]
























