Roma, Gontornews — Coronavirus telah membunuh lebih banyak orang di Italia daripada di negara lain mana pun. Jumlah kematian sekarang mencapai 3.405, lebih banyak dari di China (3.245).
Rekor kematian akibat Covid-19 di Italia melebihi kematian yang dilaporkan di Cina. 8. Ini terjadi setelah dalam beberapa hari terakhir ada kematian di atas 400 per hari.
Situasi yang masih memburuk telah membuat otoritas Italia memperpanjang masa lockdown. Batas waktu lockdown yang diberlakukan pada 12 Maret telah diperpanjang melampaui tanggal akhir 25 Maret. Hampir semua orang Italia diminta tinggal di rumah-rumah.
Secara global, pandemi Covid-19 masih terus mengganas. Sampai Kamis (18/3) malam pk 20.00 GMT, tercatat penularan coronavirus ini telah menemhus 178 negara, dengan 244,852 kasus dan 10,030 kematian.
Worldometer melapokan, dalam satu hari terjadi lonjakan kasus dan kematian akibat Covid-19. Ada tambahan lebih 26,030 kasus dan 1,079 kematian baru. Ini rekor tertinggi dalam pandemi Covid-19, setelah dua hari sebelumnya kematian harian lebih dari 900 dan 800 orang.
Tambahan tertinggi berasal dari Italia (427), Spanyol (192), Iran (149), dan Perancis (108).
Jumlah negara yg memiliki kasus di atas ratusan juga melonjak tajam dari dua puluhan negara menjadi 64 negara. Termasuk Indonesia yang naik sebagai negara ke-37 menyentuh 309 kasus dan 25 kematian.
Bahkan ada 16 negara memiliki morbiditas Covid-19 lebih dari 1.000 kasus. Yaitu Cina, Italia, Iran, Korsel, Spanyol, Jerman, Perancis, AS, Belanda, Inggris, Norwegia, Swis, Swedia, Austria, Belgia, dan Demark. Sementara di belakangnya ada Jepang, Malaysia, Kanada, Portugal, Ceko dan Asutralia yang memiliki kasus lebih dari 500.
China mengkonfirmasi tidak ada kasus domestik baru pada hari Rabu untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Ada 34 kasus baru berasal dari orang-orang yang baru saja kembali ke negara itu. Jumlah kasus di China – lebih dari 81.000 – masih jauh lebih tinggi daripada di Italia, yang memiliki 41.035.
Apa yang terbaru di Italia? Italia menutup sebagian besar bisnis dan melarang pertemuan publik secara nasional pada 12 Maret karena berusaha menghentikan penyebaran virus. Bar, restoran, dan sebagian besar toko telah tutup, seperti halnya sekolah dan universitas.
Lockdown telah diperpanjang, dan Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan telah membantu mencegah “runtuhnya sistem”. Namun dia mengatakan kepada surat kabar Corriere della Sera bahwa “kita tidak akan dapat segera hidup kembali seperti sebelumnya” bahkan ketika tindakan itu berakhir.[dj]




















