Jenewa, Gontornews — Pandemi Covid-19 kembali menunjukkan peredaan dalam pertumbuhan kematian. Sementara dalam pertumbuhan kasus kembali meningkat. Jumlah negara terdampak juga bertambah daro 210 menjadi 2012 negara.
Sumber-sumber informasi yang dihimpun Worldometer sampai Jumat (1/5) pagi melaporkan secara global terakumulai 3.303.850 kasus dan 233.813 kematian.
Jumlah kasus harian bertambah 81.678 ke 85.2721 kasus. Jadi dalam kasus Covid-19 ada pertumbuhan 3.594 kasus baru per hari. Sementara angka kematian harian kembali turun dari 6.593 ke 5.793 orang. Tingkat penurunan kematian sekitar 800 orang per hari.
Statistik Worldometer menunjukkan peningkatan kasus signifikans terjadi di AS, Inggris, Rusia, Jepang, Chili, Ceko, Ghana, Portugal, Peru, Perancis, Qatar maldiva, Kazakhstan, Belgia, Belanda, Panama, Afganistan, Swedia, Indonesia, Ukraina dan Dominika. Sementara penurunan kasus terjadi signifikans di Spanyol, Belarus, Bamglades, Brazil, Turki, Italia, Polandia, Tanzania, Mexico, Singapura, Ekuador, Jerman, Nigeria, Rumania, Bosnia, Iran, Kolombia, Finlandia, Oman, Afsel, Arhentina, Aljazair dan Malaysia.
Angka kematian harian menurun signifikans terjadi di AS Spanyol, Perancis, Belgia, Belanda, Brazil, Italia, Filipina, Jepang, Afsel, Portugal, Mesir, Iran, dan Polandia. Sementara angka kematian meningkat di Kanada, Mexico, Peru, Belarus, Irlandia, Panama, Mauritius, Ceko, Ekuador, Swedia, India, Swis, dan Turki, Kuba, Hunagria, Jermna, dan Chili.
Secara akumulatif, 10 negara episentrun pandemi Covid-19 adalah AS (1.095.019 kasus dan 63.656 kematian), Spanyol (239.639 kasus dan 24.543 kematian), Italia (205.463 kasus dan 27.967 kematian), Inggris (171.253 kasus dan 26.771), Perancis (167.178 kasus dan 24 376 kematian), Jerman (163.009 kasus dan 6.623 kematian), Turki (120.204 kasus dan 3.174 kematian), Rusia (106.498 kasus dan 1.073 kematian), Iran 94.640 kasus dan 6.028 kematian), Brazil 85.380 kasus dan 5.901 kematian, Cina (82.862 kasus dan 4.633 kematian). Di bawah Cina, ada Kanada, Belgia, Belanda, India, Peru dan Swis dengan kasus dalam rentang 30-55 ribu.[DJ]





















