15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Pandemi COVID-19, Momentum Introspeksi Diri

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 June 2020
in Laput
0
Foto: The Jakarta Post

Awal tahun 2020, sejumlah daerah di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek diterjang banjir. Seperti susul-menyusul banjir juga melanda wilayah perkotaan lain di penjuru Nusantara. Belum habis duka banjir melanda, sejumlah kota di Indonesia, mulai Maret 2020 pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Dilaporkan muncul dari Wuhan, Cina, virus ini mulai menyebar ke penjuru dunia. Sedikitnya 204 negara sudah tertular. Indonesia termasuk  negara  terdampak virus tersebut.  

Masifnya penyebaran virus Corona ini telah membuat sejumlah pemimpin negara mengambil langkah tak biasa untuk masyarakatnya. Di antaranya ada yang memberlakukan social distancing, physical distancing, karantina wilayah, hingga lockdown.  Tujuan utamanya memutus mata rantai penyebaran virus.

Pandemi COVID-19 telah ‘memaksa’ masjid dan tempat ibadah lainnya ditutup untuk jemaah. Praktik ibadah shalat yang biasanya setiap lima waktu berjamaah di masjid, mulai jarang diselenggarakan karena peraturan pemerintah yang mengharuskan kegiatan di rumah. Begitu juga shalat Jumat ditiadakan.

Banyak orang yang kemudian berputus asa setelah tertimpa musibah. Namun tidak jarang juga yang menjadikan musibah sebagai bahan instropeksi diri. Bahkan, mereka menghadapi musibah dengan keyakinan dan tekad kuat untuk mengubah diri menjadi individu yang tegar dan kokoh.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

Bagaimana umat Islam menyikapi wabah besar di sebuah wilayah? Berikut statemen para ulama menyikapi mewabahnya virus corona di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah terkait musibah virus corona di Indonesia. MUI mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindari dari musibah ini.

“Dengan memperbanyak tobat, memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perilaku zalim, memperbanyak sedekah, dan meninggalkan permusuhan, karena penyebaran virus corona ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” kata Wakil Sekjen MUI, Solahuddin Al Aiyub, saat membacakan tausiyah MUI di Gedung MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

MUI juga mengajak umat Islam melakukan Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu. Qunut Nazilah merupakan doa untuk menangkal turunnya malapetaka seperti penyebaran virus ini. Qunut Nazilah ini dibaca setelah ruku’ pada rakaat terakhir shalat fardhu.

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas, mengajak umat Islam Indonesia agar memperbanyak amal baik di tengah merebaknya virus corona. Anwar menjelaskan, ada dua cara yang sangat patut dilakukan untuk membuat hidup kita berarti dan bermakna bagi diri kita dan orang lain, yaitu pertama melalui pendekatan keimanan dan yang kedua melalui pendekatan keilmuan.

Melalui pendekatan keimanan, tambah Anwar, umat bisa mengajak orang lain untuk semakin mendekatkan  diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Anwar juga mengimbau umat Islam memohon pertolongan dan berdoa kepada Allah.

“Sehingga dengan demikian tegaklah sebuah kehidupan yang baik di tengah-tengah masyarakat dan bangsa,” kata Ketua PP Muhammadiyah ini.

Usaha berikutnya, umat juga bisa berbuat sesuatu melalui pendekatan ilmu, sehingga hidupnya bisa lebih bermakna di tengah situasi virus corona. “Karena kita sekarang berhadapan dengan virus corona, maka kita harus bertanya kepada ahlinya karena merekalah yang tahu apa itu virus corona, bagaimana karakteristiknya, dan bagaimana cara menghindarkan diri darinya serta bagaimana cara mengobatinya,” kata Anwar.

Dalam situasi ini, cara terbaik untuk berbuat baik kepada orang lain dengan mematuhi protokol medis. Cara-cara yang disarankan dalam protokol medis tersebut didasarkan kepada ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi dengan mematuhi protokol medis tersebut, selain telah berbuat baik kepada diri sendiri kita juga telah berbuat baik dan memberi manfaat besar kepada orang lain,” ujar Anwar.

Sementara itu KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym itu menyampaikan lima pesan di antaranya sudah waktunya berjuang melawan musuh yang tidak kelihatan, serta agar wabah ini segera berakhir.

Melalui video berdurasi 26 menit 58 detik yang diunggah di akun facebook KH Abdullah Gymnastiar, pada Rabu (18/3), Aa Gym menyampaikan, musibah ini bergeraknya bukan hari per hari. Tetapi jam demi jam dan sangat serius sekali untuk disikapi bersama. “Kita berharap kita semua ini melakukan hal-hal mudah-mudahan jadi bagian dari ikhtiar kita. Bahwa virus ini tidak bisa dianggap remeh, juga tidak boleh sembrono, ceroboh dan tidak bisa tidak peduli dan tidak bisa berjuang sendiri,” tuturnya.

Pengasuh Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, ini menyampaikan lima pesannya. Pertama, masyarakat diharapkan bersama-sama membulatkan tekad yang sangat kuat agar kita semua ambil bagian dalam upaya sekuat tenaga mencegah terjadinya penyebaran virus ini.

“Semua pihak harus punya tekad yang sangat kuat untuk ambil bagian dalam menghentikan penyebaran virus ini dengan mengarantina diri, mengarantina keluarga dan sudah waktunya kita lakukan demikian. Kita meminimalisir sekecil apapun peluang terjadinya penyebaran virus ini,” terangnya.

Kedua, inilah saatnya kita melakukan kebersamaan. Ini saatnya seluruh anak negeri bergandengan tangan, karena kita tidak bisa menyelesaikan ini dengan mengandalkan pemerintah saja, imbauan dari ulama, imbauan dari tokoh-tokoh masyarakat, kita harus benar-benar bekerjasama.

“Jangan acuh dan jangan pula kita sok tahu sehingga memberitahu dengan informasi yang salah dan cara yang salah. Tidak bisa lagi sekarang kita hanya sibuk saling menyalahkan saling menertawakan karena bukan jadi solusi, itu malah menjadi masalah baru,” katanya.

Ketiga, yang kita perlukan saat ini kesungguhan dan kedisipilan. Kita harus benar-benar, sungguh-sungguh, tidak bisa setengah-setengah, mengerahkan semua daya kita dan displin. “Karena tanpa kesungguhan ini akan menjadi bencana yang lebih besar yang nanti kerusakannya bukan hanya pada kita tapi pada generasi sesudah kita, (mereka) juga akan menanggung semua derita ini,” terangnya.

Keempat, kita harus sangat siap dengan perjuangan dan pengorbanan. “Ini bukannya saat mencari untung duniawi, tetapi saatnya kita berkorban, berjuang bersama dan berkorban waktu, tenaga, pikiran, harta atau infrastruktur kita, apapun sumber daya yang kita miliki, harus sekarang mulai siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin mengimbau jamaah pengajiannya melalui kiriman pesan di handphone, pada Kajian Ahad (22/3). Kiai Didin memberikan pelajaran yang diambil dari tafsir surat Ash Shaffat (37) ayat 97 sampai 101. Menurutnya, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kelima ayat tersebut.

Pertama, setiap dakwah amar makruf nahi munkar akan selalu ada tantangan. Contohnya, seperti yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim. “Tetapi Allah SWT pasti menolong dan menyelamatkan hamba yang menolong agama-Nya,” kata Kiai Didin.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menjelaskan, Nabi Ibrahim selalu berdoa kepada Allah dengan penuh kesungguhan dan keyakinan agar dianugerahkan anak keturunan yang shalih. Doanya dikabulkan Allah dengan lahirnya Nabi Ismail dari rahim Siti Hajar dan Nabi Ishaq dari Siti Sarah.

“Kita pun harus menjadikan doa dan permohonan kepada Allah SWT sebagai life style (gaya hidup). Dalam segala persoalan dan masalah. Termasuk dalam menghadapi mewabahnya COVID-19 (virus corona) sekarang ini,” ujar Kiai Didin.

“Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan segala doa dan permohonan kita. Mudah-mudahan Allah SWT akan menjaga kita semua dari berbagai musibah dan fitnah kehidupan. Mudah-mudahan Allah SWT akan menyembuhkan kembali saudara-saudara kita yang sakit sekarang ini. Dan bagi yang wafat mudah-mudahan Allah SWT menjadikannya mati syahid. Amien ya Rabb,” tutur Kiai Didin.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk berserah diri kepada Allah dalam menghadapi musibah pandemi virus corona. “Kepada seluruh umat Islam pada umumnya agar kita selalu berserah diri kepada Allah, meningkatkan thaqatul (potensi) kepada Allah. Menebarkan iman kita kepada Allah dengan dasar Qul lay yusibana illa ma kataballahu lana huwa maulana wa ‘alallah. (Artinya) Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah,” ujar Kiai Said dalam keterangan resminya, Sabtu (21/3).

Menurutnya, adanya wabah corona sudah menjadi kehendak Allah dan tidak semestinya manusia, khususnya umat Islam, terlalu khawatir atas wabah tersebut yang saat ini tengah menjangkit di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Kiai Said menjelaskan, kita harus berikhtiar atau berusaha karena itu semua perintah dari Allah. “Allah perintah kepada kita agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu agar terhindar dari marabahaya. Tidak boleh kita menyerah begitu saja, jangan kamu celakakan dirimu sendiri,” ucapnya.

Didin Hafidhuddin menambahkan, hujan bisa merupakan  rahmat sekaligus peringatan dari Allah SWT agar warga lebih mendekatkan diri kepada Allah. Ia juga mengatakan, ini menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk membuktikan keuletan, kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menghadapi segala situasi dan kondisi termasuk banjir.

Dari kejadian ini juga, akan terlihat apakah bangsa Indonesia bangsa yang terbiasa untuk menolong sesama yang sedang mengalami musibah dengan tenaga, pikiran, harta, maupun doa. “Musibah ini harus dijadikan momentum untuk merekatkan kembali persaudaraan antar anak bangsa, dengan saling menolong dan membantu,” pungkasnya. []

 

Tags: Anwar AbbasCoronaPandemiProf Dr KH Didin Hafidhuddin
Share22Tweet14Send
Previous Post

Suku-suku Yaman di Provinsi Al-Bayda Berontak Melawan Houthi

Next Post

Pandemi Covid-19 Tembus 8.750.990: Kasus Melonjak, Kematian Turun

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result