Sumenep, Gontornews — Santri kelas akhir angkatan XLVIII TMI Al-Amien Prenduan menggelar Panggung Gembira, Jumat (11/11). Panggung Gembira dengan tema “Semangat Multikultural di Tengah Fanatisme Global” tersebut dilangsungkan di Gedung PUSPAGATRA TMI Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura.
Panggung Gembira kali ini menjadi bagian dari semarak Kesyukuran 70 Tahun Al-Amien Prenduan. Pasalnya, berdekatan dengan acara puncak Kesyukuran 70 Tahun Al-Amien Prenduan.
Acara diawali dengan penyerahan Buku Prasasti oleh santri Niha’ie dan beberapa cenderamata, dilanjutkan dengan penabuhan gong oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani. MA. sebagai tanda dibukanya acara.
Kiai Ahmad (sapaan akrab beliau) berkesempatan menyampaikan fatwa dan nasihatnya di depan seluruh santri, alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Bahwa salah satu wujud syukur di umur Al-Amien Prenduan yang ke-70 tahun yaitu dengan menjadi pondok pergerakan. “Artinya pergerakan di pondok ini selama 70 tahun benar-benar menghasilkan perubahan, perubahan dari generasi ke generasi itu benar-benar maa syaa Allah mendapatkan rahmat dan barakah dari Allah,” pesannya dilansir laman resmi Al-Amien Prenduan.
Menurutnya, cakupan pergerakan dalam pondok itu meliputi pikiran, tenaga, mental, dan spiritual. “Ini gerakan empat-empat ini dan harus sinergi,” paparnya.
Pada acara inti, santri Niha’ie menampilkan beberapa kesenian seperti Tari Daerah, Teatrikal Puisi, Wayang Ludruk, Perkusi, SKIT, dan pertunjukan Silat.
Acara berjalan cukup meriah, salah satu penampilan yang menarik perhatian penonton yaitu penampilan Wayang Ludruk dengan menggunakan langgam bahasa Arab. Riuh santri, dan para alumni yang hadir pun pecah menambah semarak acara tersebut.
Kesuksesan acara Panggung Gembira ini tidak lepas dari persiapan yang dilakukan oleh santri Niha’ie. “Rencana dan konsep sudah kami lakukan sejak Puasa, setelah ditetapkan oleh Mudir bahwa PG (Panggung Gembira) akan di laksanakan tahun ini,” ujar PO Niha’ie Ust. Syamhadi.
Fakta lain, bahwa Panggung Gembira yang mengusung tema kebudayaan ini baru pertama kali dilaksanakan setelah beberapa tahun ditiadakan. “Sehingga membuat kami berpikir keras untuk menampilkan yang terbaik,” tambah Ust. Syam. [Fath]






















