Jakarta, Gontornews — Sejak berdiri tahun 2012 silam, gerakan pejuang Shubuh mulai mendapat perhatian di masyarakat. Gerakan untuk melahirkan para mujahid Shubuh ini memiliki kepengurusan di beberapa kota di Indonesia dengan jumlah anggota dari berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa, karyawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Jika tidak ada kendala, para mujahid Shubuh ini akan menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) tanggal 5-7 Mei 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Selain menjadi ajang silaturahim, acara tersebut juga akan membahas berbagai agenda dan langkah organisasi baik dalam bidang pendidikan, dakwah maupun sosial.
“Visi kami mencetak mujahid dan setelah itu menjaga perjuangan mujahid agar selalu berada dalam perjuangan dakwah untuk kepentingan umat,†ujar Koordinator Pejuang Shubuh Arisakti Prihatwono kepada Gontornews.com di Jakarta, Senin (25/4).
Pria yang akrab disapa Riko ini mengatakan, gerakan ini diinisiasi dari anggota pengajian pekanan di Masjid Agung al-Azhar yang sama-sama memiliki keprihatinan melihat semangat umat Islam memakmurkan masjid. Dari diskusi dan obrolan santai yang mereka lakukan tercetus ide gerakan pejuang Shubuh untuk meramaikan jamaah shalat Shubuh di masjid. “Kita ingin shalat Shubuh itu seperti shalat Jumat,†paparnya.
Silatnas ini adalah kegiatan kedua setelah sebelumnya juga menggelar acara silatnas di Bandung pada tahun 2015. Kala itu, para pejuang Shubuh ini mendapatkan taujihad dari dua narasumber yaitu dai asal Papua Ustadz Fadlan Garamatan dan Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bahtiar Nasir.
Riko menambahkan, silatnas kedua ini tidak kalah meriah karena diselenggarakan di bumi perkemahan Cibubur. Selain diisi ceramah dan tausiyah dari para ulama, peserta silatnas akan melakukan outbound dan sejumlah game ketangkasan untuk lebih meningkatkan ukhuwah dan kekompakan dalam berdakwah.
Ia berharap para pejuang Shubuh nantinya akan lebih terorganisasi membangun gerakan shalat berjamaah di masjid di tiap kota di Indonesia. Oleh karena itu ada kebijakan, syarat untuk bergabung dalam organisasi ini, calon anggota harus melaksanakan shalat Shubuh berturut-rurut selama 40 hari di masjid sekitar rumah. “Organisasi ini eksklusif agar lebih menarik minat orang berburu pahala shalat Shubuh berjamaah di masjid,†tutur pria asal Semarang yang berprofesi lawyer di Jakarta ini. [Ahmad Muhajir/Rusdiono Mukri]





















