pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 7 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Paradoks Muslim di Negeri Muslim

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 May 2018
in Laput
0
Paradoks Muslim di Negeri Muslim

Minimnya pengetahuan tentang Islam dan kurangnya imanlah yang membuat masyarakat apatis, takut, bahkan benci terhadap agamanya sendiri.

Bak debu yang sangat halus, islamophobia ditengarai mendera Indonesia belakangan ini. Pandangan negatif tentang Islam dan umat Islam kian kentara ketika umat Islam membela dan menjalankan ajaran agamanya.

Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Dr Haikal Hasan menjelaskan, ada yang salah dalam penyebutan SARA di negara ini. Sebagai contoh, ketika umat Islam Jakarta memilih Gubernur Muslim disebut SARA. Namun, sebaliknya Manado memilih Gubernur Kristen tidak disebut SARA. Demikian halnya dengan pemilihan Gubernur Kristen di Papua tidak disebut SARA. โ€œSARA seolah hanya untuk orang Islam,โ€ tandasnya kepada Majalah Gontor.

Jika dikaitkan dengan siapa yang sebenarnya rasis hari ini, maka berapa banyak permusuhan terhadap orang-orang ketika di Jakarta menginginkan Gubernur Muslim, tapi semua diam. Namun sebaliknya di Papua sejak provinsi tersebut ada hingga sekarang ini tidak pernah ada Gubernur Muslim di sana. “Contoh di Manokwari apakah ada umat Islam yang protes. Jadi siapa sebenarnya yang SARA,โ€ tegasnya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Selain itu, kata dia, siapapun bisa melihat di Facebook adakah satu umat Islam saja yang menghina Nabi Isa. Namun, sebaliknya berapa banyak orang Kristen yang menghina Nabi Muhammad SAW.

โ€œSaya penasihat di Badan Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Penodaan Agama telah mencatat semuanya. Ada lebih dari 140 oknum yang setiap hari mencela Nabi Muhammad, tapi saya tidak menemukan satu pun umat Islam yang mencela Nabi Isa. Jadi siapa yang rasis sebenarnya,โ€ bebernya.

Mereka begitu kerasnya teriak toleransi dan keberagaman tetapi faktanya sangat bertentangan dari apa yang mereka teriakkan. Ormas Islam menyuarakan dakwah dianggap radikal. Berjenggot diidentikkan teroris. Sebutan anti-NKRI disematkan kepada beberapa tokoh Islam.

Padahal, banyak pemuka agama Islam yang berjenggot mendirikan Indonesia. Busana ketat dan minim sepanjang dianggap memenuhi norma kesopanan cenderung diperbolehkan.

LGBT yang merupakan penyakit berbahaya dan merusak bangsa malah dibela dengan alasan keberagaman dan toleransi. Sedangkan umat Islam melakukan ajaran agama Islam dengan memakai cadar dikatakan radikal.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain, menegaskan bahwa mereka itu manusia-manusia sakit. Bagaimana tidak sakit, mereka menganggap LGBT sebagai keberagaman bukan penyakit, sedangkan wanita Islam bercadar disebut bukan sebagai keberagaman.

Anehnya yang melarang cadar untuk mahasiswa dan dosen adalah kampus Islam. Seperti diketahui,ย  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sempat meminta mundur mahasiswinya yang bersikukuh tak mau melepas cadar.

UIN beralasan, cadar bisa mempersulit identifikasi mahasiswi yang bersangkutan saat ujian. Mahasiswi bercadar dianggap berpotensi melakukan kecurangan ujian dalam cadar dengan menukar dirinya dengan orang lain saat ujian.

Menanggapi keputusan larangan bercadar tersebut, Sekjen Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI) Dr Taufan Maulamin mengatakan, larangan cadar di tengah maraknya pergaulan bebas merupakan tindakan mencoreng reputasi pendidikan di Tanah Air dan menyamakan cadar dengan radikalisme adalah tindakan melanggar sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurutnya, larangan bercadar merupakan kemunduran berpikir dan menikam ajaran agama. Justru mahasiswi yang bercadar tidak sedikit yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata. Taufan menyebutkan, di UNS Solo ada mahasiswi bercadar meraih predikat cumlaude pada wisuda 24 Februari 2018 lalu.

โ€œIni kan luar biasa dan bukti bahwa tidak ada hubungannya antara cara berpakaian dengan prestasi akademik,โ€ ujarnya.

Setelah pelarangan menggunakan cadar menjadi kontroversi dan mendapat kritik dari sejumlah kalangan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta akhirnya mencabut Surat Rektor No. B-1301/ Un02/ R/AK. 00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar itu.

Menanggapi pencabutan surat tentang pembinaan mahasiswi bercadar yang baru diterbitkan UIN Yogyakarta itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr Maโ€™mun Murod Al-Barbasy menyarankan, agar pembuat kebijakan berhati-hati dalam membuat kebijakan yang bersifat ikhtilaf.

โ€œMengakui kekeliruan dengan mencabut Surat Rektor sebelumnya terkait pembinaan cadar memang bagus, tapi jauh lebih bagus lagi ketika membuat kebijakan yang ikhtilaf itu lebih hati-hati,โ€ tulis Maโ€™mun sambil menshare foto surat bernomor B-1679/Un.02/ R/AK. 00.3/03/2018 perihal pencabutan surat tentang pembinaan mahasiswi bercadar itu.

Belum lama setelah pelarangan cadar di kampus Islam, pihak-pihak yang menyudutkan Islam kembali menggelindingkan โ€˜seranganโ€™. Itu adalah puisi kontroversial yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Dalam puisi itu, Sukmawati membandingkan suara adzan dengan kidung ibu Indonesia. Puisi ‘Ibu Indonesia’ Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung adzan dan cadar pun menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat.

Menanggapi puisi kontroversial Sukmawati itu, Ma’mun Murod mengatakan, puisi Sukmawati itu cerminan Muslimah yang tidak paham Islam.

“Ciri orang model begini, dia tidak tahu dengan kebodohan dirinya, yang tergambar di puisinya itu,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Selang beberapa hari kemudian putri Soekarno itupun meminta maaf. “Minta maaf itu cermin kesadaran seseorang yang mulai sadar, mulai tahu di tidak tahunya, mulai paham di tidak pahamnya, maka selayaknya kita memaafkan. Apalagi yang bersangkutan secara dzahir masih Muslimah. Besar harapannya, Sukma mau dan sadar untuk belajar Islam,” ucapnya.

Menurut Ma’mun, jika menilik pada silsilahnya, Sukmawati adalah putri Soekarno yang merupakan warga Muhammadiyah dan ibunya Fatmawati, putri dari tokoh Muhammadiyah, maka Sukma tak pantas membuat puisi murahan seperti itu. “Untuk pembelajaran siapapun proses hukum harus tetap berjalan,” ungkapnya. []

Tags: IndonesiaIslamophobiaMuslim
Share50Tweet31Send
Previous Post

Inilah Pesan Aa Gym kepada JITU Saat Gelar Silaturahmi

Next Post

Afghanistan: Bom di Masjid Yaqoubi Tewaskan 14 Orang

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! โœจPerjalanan satu abad tidak datang dua kali.๐Ÿ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
๐Ÿ“š Pesan sekarang:
๐Ÿ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah๐ŸŒ www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.๐Ÿ“Œ Yang ditampilkan:
โœ… Logo/Nama Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Media Sosial (jika ada)๐Ÿ’š Kontribusi seikhlasnya
โš ๏ธ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result