Ankara, Gontornews — Partai pengusung utama Presiden Racip Tayip Erdogan, Partai AK (AKP), untuk pertama kalinya, kalah suara di dua kota terbesar di Turki, Istanbul dan Ankara. Kalahnya perolehan suara di Istanbul dan Ankara, disebut Erdogan, sangat mempersulit rencana pemerintah untuk memerangi kelesuan ekonomi yang tengah melanda negaranya.
Sementara itu, suara resmi dan lembaga penyiaran resmi di Turki menempatkan Partai Rakyat Republik (Republician People’s Party/CHP) sebagai partai pemenang di Istanbul dan Ankara. AKP sendiri berencana untuk mengajukan banding untuk penghitungan suara di kedua kota terbesar tersebut.
Salah satu penyebab utama kekalahan partai utama Erdogan tersebut adalah krisis mata uang yang melanda Turki sejak tahun lalu dan sangat membebani perekonomian Turki.
“Rakyat telah menggunakan suaranya secara demokratis. Mereka sudah memilih demokrasi,” ungkap Ketua partai oposisi CHP, Kemal Klicdaroglu. Selain Istanbul dan Ankara, CHP juga berhasil menguasasi Izmir, kota terbesar ketiga di Turki.
AKP sendiri telah menguasai suara mayoritas di Ankara dan Istanbul sejak 25 tahun silam. Dengan perolehan suara kali ini, banyak pihak memprediksi bahwa akan terjadi perubahan personel di jajaran pemerintahan tertinggi. Tidak hanya itu, AKP juga menduga telah terjadi sejumlah kecurangan serta ketidakberesan dalam pelaksanaan pemilihan kali ini.
“Pasti akan ada perubahan di beberapa tempat, seperti mereka yang berada di sekeliling Erdogan baik di partai maupun di kabinet,” kata seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya kepada Reuters.
“Pasar berharap bahwa akan ada perubahan di dalam kabinet. Hal ini yang membuat perubahan memang diperlukan,” pungkas sumber anonim tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















