Jakarta, Gontornews –- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mennyebut bahwa pasien penderita Diabetes dan Jantung meningkat. Kemenkes melansir bahwa setidaknya pasien penyakit tidak menular meningkat 20% tiap tahunnya.
“Salah satu contoh kasus, saat ini ada seorang anak umur 19 tahun sudah harus cuci darah sedangkan dulu cuci darah biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah berumur di atas 45 tahun,” ungkap Kepala bagian Tata Usaha Kementerian Kesehatan, Drg Doni Arianto dalam Seminar Jaminan Kesehatan Nasional, sebagaimana dilansir Antara.
Doni menjelaskan bahwa penyabab munculnya penyakit tidak menular adalah karena pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi makanan cepat saji dan jarang berolah raga.
Oleh karenanya, Kemenkes mendklarasikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) untuk menanggulangi masalah tersebut. Germas diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat mulai dari keluarga.
“Germas melakukan kegiatakan aktifitas fisik seperti, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan memeriksa kesehatan secara ruti. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kita bisa mencegah adanya penyakit tiak menular,” ujar Doni.
Lebih lanjut, Doni menyarankan kepada masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan seperti melakukan tensimeter untuk mencegah darah tinggi, diabetes dan hipertensi.
“Padahal kalau masyarakat sudah bisa mendeteksi penyakti dari awal, mereka hanbya perlu melakukan mengatur pola hidup sehat dan kalau penyakit-penyakit tersebut menjadi parah biaya pengobatannya pun bisa sangat mahal,” ungkap Doni. [Mohamad Deny Irawan]



















