Jenewa, Gontornews – Sebuah laporan yang disampaikan seorang penyelidik dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tindakan genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya adalah benar.
Setidaknya lima jenderal tertinggi di Myanmar menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kejahatan pemusnahan etnis tersebut.
“Kejahatan yang terjadi di negara bagian Rakhine dan cara bagaimana mereka melakukan tindakan tersebut sejalan dengan sifat serta ruang lingkup pelaksanaan kejahatan genosida,” papar laporan misi pencari fakta PBB kepada reuters.
“Ada informasi yang cukup menjamin penyelidikan serta penuntutan yang dialamatkan kepada pejabat senior dalam rantai komando Tatmandaw sehingga pengadilan bisa secara kompeten dalam menetapkan kejahatan genosida di negara bagian Rakhine,” tambah laporan tersebut.
Panel PBB yang dipimpin oleh Marzuki Darusman menunjuk Jenderal Min Aung Hlaing dan lima jenderal lainnya seperti Jenderal Aung Aung, Jenderal Soe Win, Letnan Jenderal Aung Kyaw Zaw, Mayor Jenderal Maung Maung Soe dan Brigadir Jenderal Than Oos ebagai petinggi militer yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine.
Hanya saja, laporan ini belum mendapatkan respon serius dari pemerintah Myanmar. Sebaliknya, PBB memastikan bahwa pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak menggunakan kekuatannya untuk menghentikan atau mencegah tindakan tersebut.
“Tidak menggunakan posisi de facto sebagai Kepala Pemerintahan atau moralnya untuk menghentikan atau mencegah peristiwa yang sedang berlangsung atau mencari jalan alternatif dalam upaya melindungi warga sipil,” sebut laporan itu.
Juru bicara Suu Kyi, Zaw Htay, belum bisa dihubungi dan belum bisa memberikan komentar guna menjawab tudingan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















