Rimbo, Gontornews — Perundingan damai antara militan Houthi dan pemerintah Yaman menghasilkan sebuah keputusan penting untuk menghentikan perang, penarikan pasukan serta bersepakat untuk menjadikan pelabuhan Hodeidah, pelabuhan utama di Yaman, sebagai tempat netral, Kamis (13/12).
Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyebutkan negosiasi politik antara kedua kubu akan dibicarakan dalam pertemuan selanjutnya yang akan dihelat pada akhir Januari.
“Anda telah bersepakat tentang pelabuhan di kota Hodeidah. Kami akan melihat penarikan kembali pasukan secara serempak (antara pasukan Pemerintah Yaman dan Houthi) dari pelabuhan maupun kota Hodeidah serta gencatan senjata di seluruh wilayah di Yaman,” kata Guterres sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, dalam 5 tahun terakhir, Pemerintah Yaman yang berkoalisi dengan Arab Saudi berperang dengan militan Houthi yang mendapatkan dukungan Iran. Keduanya terlibat perang saudara yang mengakibatkan jutaan warga mengalami kelaparan dan kurang gizi.
Lembaga pangan dunia, World Food Programme (WFP), mengatakan kesepakatan tersebut merupakan keputusan penting yang dibutuhkan warga Yaman mengingat ada 12 juta warga Yaman yang mengalami kelaparan.
Lebih lanjut, Guterres mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih daerah Hodeidah sebagai fasilitator perdamaian antar kedua kubu. “Amerika Serikat akan memainkan peran utamanya di pelabuhan (Hodeidah),” ucap Guterres.
Untuk itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menjelaskan AS tengah mempersiapkan segala kebutuhan serta menyebut bahwa kesepakatan damai antara Yaman dan Houthi merupakan langkah penting untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Yaman.
“Ke depan, semua pihak harus terlibat, menghilangkan ketegangan dan menghentikan permusuhan yang sedang berlangsung,” ungkap Pompeo.
Sementara itu, juru runding PBB untuk pembicaraan damai Yaman-Houthi, Martin Griffiths, mengatakan bahwa kedua kubu bersepakat untuk menarik pasukannya dalam beberapa hari ke depan. Menurut rencana, pelabuhan Hodeidah diproyeksikan sebagai akses utama impor barang komersial serta pasokan bantuan kemanusiaan.
Selain di Hodeidah, militan Houthi dikabarkan juga mundur dari pelabuhan Salif yang dipersiapkan sebagai akses masuk biji-bijian sementara pelabuhan Ras Isa dipersiapkan sebagai akses masuk impor minyak. Pendapatan dari ketiga pelabuhan tersebut akan masuk dalam bank sentral Yaman di Hodeidah. [Mohamad Deny Irawan]


















