Depok, Gontornews — Pemikiran Zakiah Daradjat sebagai sosok pendidik dan cendekiawan Muslim terkait konsep pendidikan anak dalam keluarga, cukup memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan pendidikan anak bangsa.
Zakiah menuturkan, “Pertumbuhan kepribadian anak sangat bergantung kepada pengalamannya dalam keluarga. Sikap dan pandangan hidup orangtuanya, sopan santun mereka dalam pergaulan, baik dengan anggota keluarga, maupun dengan tetangga, atau masyarakat pada umumnya akan diserap oleh anak dalam pribadinya.”
Demikian pula sikap mereka pada agama, ketekunan menjalankan ibadah dan kepatuhan terhadap ketentuan agama, serta pelaksanaan nilai-nilai agama dalam kehidupannya sehari-hari, juga akan menjadi faktor pembinaan bagi anak secara tidak sengaja.
Ema, doktor lulusan program Magister di Universitas At-Tahiriyyah, tahun 2007, menambahkan “Hal terpenting lainnya ialah bagaimana cara orangtua memperlakukan anak-anak mereka. Apakah ada pengertian dan kasih sayang yang wajar dan sehat, ataukah tanpa pengertian dan jauh dari kasih sayang, atau bisa jadi perlakukan yang cenderung bersifat demokrasi atau otoriter.”
Sejatinya, pada diri manusia ada tujuh dimensi dengan kebutuhan-kebutuhannya yang memang wajib mendapatkan pendidikan. Ketujuh dimensi itu ialah dimensi fisik, akal, iman, akhlak, kejiwaan, keindahan, dan sosial-kemasyarakatan.
Selain itu, wanita yang berhasil menamatkan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) di Pondok Pesantren Al-Falah, Kediri, Jawa Timur, Tahun 1969, ini juga menegaskan, “Ada satu dimensi lagi yang harus ditambahkan yaitu dimensi hati. Hati adalah penentu segalanya. Akal kita tumbuh dari hati. Apabila hatinya baik, maka keseluruhan fisik dan akalnya pun akan baik, demikian sebaliknya.”
Bagi Zakiah, institusi keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak. Menurutnya, tujuan pendidikan anak dalam keluarga adalah terbentuknya kepribadian Islam dalam diri anak. Secara rinci beliau mengkategorikan tujuan pendidikan Islam menjadi tujuan umum, tujuan akhir, tujuan sementara dan tujuan operasional.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama dan pertama harus dimulai dari pendidikan agama kepada anak-anak oleh kedua orangtuanya. Pendidikan agama menurut Zakiah Daradjat adalah penyemaian rasa agama kepada anak, sehingga anak lahir menjadi anak yang beriman, bertakwa, dan memiliki akhlak mulia.
Pendidikan agama dalam keluarga dimulai sejak pertemuan antara ibu dan ayah yang membuahkan janin dalam kandungan, perawatan selama hamil, hingga kelahiran anak dengan bimbingan dan pendidikan sehingga anak tumbuh menjadi anak shalih.
Zakiah menjadikan keluarga sebagai lembaga pendidikan dengan menguatkan peran ibu dalam rumah. Ibulah yang paling banyak berperan dalam upaya mendidik, membina, dan membimbing anak. Sebab ibulah yang telah mengandung dan melahirkan anak tersebut.
Kebersamaan seorang ibu dari kandungan hingga anak dilahirkan dan tumbuh menjadi dewasa merupakan proses interaksi psikologis antara anak dan ibunya. Karenanya, ibu merupakan pendidik utama di rumah.
Upaya pembentukan kepribadian anak dalam keluarga menurut Zakiah Daradjat dimulai dari keteladanan dan contoh langsung dari kedua orang tua di rumah. “Pembentukan kepribadian anak akan dipengaruhi oleh apa yang dilihat dan apa yang didengar sebanyak 94 persen,” tambah Zakiah.
Dengan demikian keteladanan dalam bersikap dan berperilaku serta bertuturkata akan menjadi asupan bagi anak yang kelak akan menjadi bagian dari kepribadiannya.
Beragam pemaparan penting di atas, hendaknya dapat mengajak pemerintah untuk lebih serius merumuskan sistem pendidikan nasional yang tidak hanya berbasis sekolah, melainkan juga berbasis keluarga dan masyarakat. “Sebab pada faktanya pendidikan harus dilaksanakan oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tutup wanita kelahiran Kediri, 3 April 1953 itu. <Edithya Miranti>
Biografi Singkat
Nama : Ema Mahmudah
Tempat Tanggal Lahir : Kediri, 3 April 1953
Suami : Matalih, S.Pd
Anak : 4 orang
Pendidikan : S1 STAI Laa Roiba, Bogor, 2000
S2 Universitas At-Tahiriyyah, Jakarta, 2007
S3 Universitas Ibn Khaldun, Bogor, 2012
Riwayat Pekerjaan : Angkatan Guru Agama IMPRES Kalimantan Timur, 1978
Guru Agama SDN Depok Jaya II, 2000-2009
Dosen Tetap STAI Laa Roiba, Bogor, 2005- sekarang
Jabatan di PRAMUKA : Andalan Binawara Putri Depok, 2007-2010
WAKAPUSDIKLACAB Depok, 2012





















