10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 27 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Cahaya

Pemimpin dalam Perspektif Hadis

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 January 2017
in Cahaya
0

Oleh Dr H Abdul Malik Ghozali  Lc MA

Dosen Hadis Fakultas Ushuluddin & Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung

 

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الخُدْرِي رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ ».

BACA JUGA

Taujih Tarhib Ramadhan

Pondasi Kemenangan

ADAB

Karakter Munafik, Waspadalah!

Metro TV, Mau Ke Mana?

 

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya manusia yang paling Allah cintai dan paling dekat kedudukannya dari Nya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, dan manusia yang paling Allah murkai dan paling jauh kedudukannya dari-Nya adalah pemimpin yang  zalim. (HR  Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi, no hadis 1329)

Hadis ini menurut Imam Tirmidzi berstatus hasan gharib, walaupun sebagian ulama hadis men-dhaif-kannya (seperti Albani-Dha’īf Tirmidzi). Selain Tirmidzi, beberapa ulama hadis meriwayatkan hadis ini; Imam al-Qadha’i dalam Musnad Syihab al-Qadha’i no 5961, Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, no hadis 11475, Imam al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, no hadis 20664. Bila dilihat maknanya, hadis ini diperkuat dengan hadis-hadis lain sejenis yang berbicara tentang balasan pemimpin yang adil dan ancaman terhadap pemimpin yang zalim. Hadis ini juga sebagai penjelas ganjaran pemimpin yang adil dengan kebahagiaan dan kemuliaan. Di sisi lain, ada juga ancaman bagi pemimpin zalim dengan kerendahan dan kehinaan di hadapan Allah di hari kiamat kelak.

Tentang eksistensi dan urgensi kepemimpinan, Nabi SAW bersabda: ”Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya, seorang Amir (gubernur) yang memerintah rakyatnya adalah  pemimpin, ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya, seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin terhadap anggota keluarganya, ia bertanggung jawab atas mereka, seorang wanita (istri) adalah pemimpin terhadap urusan rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, ia bertanggung jawab atas mereka, seorang hamba sahaya adalah pemimpin, bertanggung jawab atas harta majikannya. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya”. (HR Bukhari, no hadis 2278 dan Muslim no hadis 4828). Bahkan Nabi SAW mengancam masyarakat yang hidup tanpa pemimpin, bila nanti mereka mati, maka dinilai kematiannya dengan kematian jahiliyah (maitah jāhiliyah). (Ahmad dalam Musnad, no 17339).

Syarat-syarat Pemimpin

Syarat-syarat pemimpin menurut Al-Mawardi (w. 450 H.) dalam al-Ahkām as-Sulthāniyah ada tujuh. Pertama, memiliki sifat adil dengan segala bentuknya. Sifat ini sangat penting bagi seorang pemimpin dan merupakan tujuan kepemimpinan dalam Islam, yaitu menegakkan keadilan secara luas di muka bumi. Banyak riwayat hadis Nabi SAW yang menjelaskan ganjaran pemimpin yang adil, di antaranya diriwayatkan dari Abdullah bin Amr (bin Ash) RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya (para pemimpin) yang berbuat adil -nanti di Hari Kiamat- dekat di sisi Allah berada di mimbar-mimbar terbuat dari cahaya, dan kedua tangan Allah adalah kanan (ungkapan kiasan bahwa Allah selalu berbuat baik kepada hambanya), mereka itulah orang-orang yang berlaku adil dalam memerintah mereka (rakyatnya), keluarganya, dan semua yang berada di bawah pemerintahannya.” (HR Muslim – 4825).

Kedua, memiliki ilmu pengetahuan yang dapat membawanya kepada ijtihad dalam memecahkan problematika rakyat dan permasalahan hukum. Ketiga, memiliki panca indera yang baik, baik penglihatan, pendengaran, pembicaraan yang baik sehingga ia dapat melihat, mendengar aspirasi rakyat, dan menyampaikan solusinya. Keempat, bebas dari kecacatan dalam tubuhnya, yang dapat menghalanginya bergerak cepat. Kelima, memiliki pemikiran cerdas yang dapat mengatur kemaslahatan dan kedaulatan rakyat. Keenam, memiliki keberanian dan kepedulian yang tinggi yang dapat melindungi dan mengayomi rakyat dari segala musuh. Ketujuh, memiliki nasab yang baik; yaitu nasab Quraisy.

Al-Mawardi dalam syarat ketujuh ini lebih cenderung mengambil tekstual hadis yang mengutamakan suku Quraisy, seperti hadis: ”al-Aimmat min Quraisy” (Para pemimpin itu dari kalangan kaum quraisy. (HR Ahmad).

Pemahaman hadis tentang pemimpin dari kalangan Quraisy ini menjadi perdebatan para ulama. Sebagian menerjemahkan secara harfiyah, bahwa kepemimpinan berasal dari kalangan kaum Quraisy. Pendapat ini didasari pada hadis Nabi tersebut yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam al-Musnad (26/174-12641) yang sebenarnya dapat dipahami secara luas. Pendapat kedua, memahami bahwa kesukuan Quraisy bukanlah syarat dalam kepemimpinan, namun sifat-sifat yang baik pada kaum Quraisy dapat dijadikan acuan dalam kepemimpinan. Memang secara fakta diakui bahwa Nabi SAW dan para Khulafa Rasyidin dari kalangan kaum Quraisy. Namun perlu dipahami dengan bijak, bahwa Nabi SAW sendiri tidak menafikan ada sebagian kaum Quraisy yang tidak bijak dalam memimpin. Karena dalam redaksi lanjutan hadis tersebut Nabi SAW mengingatkan: ”Pemimpin dari kalangan Quraisy, sesungguhnya mereka memiliki hak atas kalian, begitu juga kalian memiliki hak atas mereka, jikalau mereka diminta berlaku kasih sayang, mereka pun akan bersikap kasih sayang, jika mereka berjanji, mereka akan menepati, jika memimpin mereka berlaku adil, barangsiapa di antara mereka tidak melakukan itu maka laknat Allah, para malaikat dan semua manusia atas dirinya itu”. (Musnad Ahmad 26/174-12641).

Berbeda dengan al-Mawardi, al-Qalqasyandi dalam Ma’ātsir al-Ināfah fī Ma’ālim al-Khilāfah, menyebutkan syarat pemimpin itu ada 14, yaitu: (1) Laki-laki, (2) Baligh, (3) Berakal, (4) Melihat, (5) Mendengar, (6) Bisa Berbicara, (7) Fisik Utuh/Tidak cacat, (8) Merdeka, (9) Muslim, tidak sah pemimpin kafir asli atau murtad. Karena tujuan kepemimpinan adalah mengurusi maslahat kaum Muslimin dan membela agama. Hal ini tidak akan terwujud kecuali dari pemimpin Muslim,  (10) Berbuat adil, (11) Pemberani, (12) Berpengetahuan luas, (13) Cerdas, visioner, dan taat beragama, dan (14) Memiliki nasab yang baik.

Terkait syarat Islam pada pemimpin yang dikemukakan al-Qalqasyandi diperkuat dengan riwayat Abu Musa al-Asy’ari, saat menjadi Gubernur di Damaskus, mengangkat seorang sekretaris dari kalangan non-Muslim. Umar bin Khattab terkagum-kagum dengan ketelitiannya. Dan meminta Abu Musa untuk membawanya ke Madinah membaca catatan-catatan yang ada untuk dikoreksi. Namun setelah mengetahui bahwa sekretarisnya itu non-Muslim, Umar menghardik  Abu Musa, kemudian membacakan surat al-Maidah ayat 51. Abu Musa pun membela diri bahwa si non-Muslim itu hanya sekretaris (pencatat). Umar pun menyanggahnya dengan pertanyaan, tidak adakah yang pandai menulis dari kalangan Muslim? Kalau dia (non-muslim) sudah berkhianat kepada Allah, maka tidak layak untuk dipercaya.” (al-Baihaqi dalam Sunan Kubra, no hadis 20910).

Pelayan dan Pengayom Rakyat

Pemimpin dalam Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para Khulafa Rasyidin bertugas melayani kepentingan rakyatnya. Pemimpin bukan majikan yang bisa memerintah sesuka hati. Pemimpin bukan diktator yang menyiksa dan memeras rakyatnya. Justru pemimpin adalah pelayan dan pengabdi rakyatnya. Pemimpin sebagai pengayom dan pelindung rakyat dari gangguan musuh yang dapat membahayakan dan mencelakakan rakyatnya. Dalam satu hadis sahih yang diriwayatkan Aisyah radiyallāhu ‘anha bahwa Rasulullah SAW selalu berdoa: ”Allāhumma man waliya min amri ummatī syai’an fasyaqqa alaihim fasyquq ‘alaihi wa man waliya min amri ummatī syai’an fa rafaqa bihim farfuq ‘alaihi” (Ya Allah ya Tuhanku, barangsiapa yang memerintah urusan umatku kemudian ia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barangsiapa yang memerintah umatku kemudian ia lemah lembut kepada mereka maka kasihanilah dia). (HR Muslim-4826).

Bahkan Nabi SAW mengecam pemimpin yang kasar kepada rakyatnya: ”Inna Syarra ar-Ru’ā al-Khuthamah fa iyyāka takūna minhum” (Sejelek-jeleknya pemimpin adalah yang bersikap kasar dan bengis kepada rakyatnya dan jangan sampai kamu menjadi bagian dari mereka). (HR Muslim-4838).

Banyak contoh yang diberikan Nabi untuk bersikap lemah lembut kepada umatnya. Dalam satu kisah yang disebutkan Ibnu Katsir dalam Sirah Nabawiyah (2/410), ketika Nabi SAW melakukan inspeksi barisan pasukan Muslimin dalam perang Badar. Di tangan beliau sebuah anak panah, ketika beliau melewati Sawad bin Ghaziyah ternyata posisinya tidak lurus, maka Rasulullah SAW menunjuk ke perutnya dengan anak panah itu sambil berkata: ”Luruskan ya Sawad!” Maka Sawad berkata: ”Ya Rasulullah engkau telah menyakitiku dan sungguh Engkau diutus oleh Allah dengan kebenaran dan keadilan maka aku menuntut keadilan!” Maka Rasulullah SAW menyingkap bajunya sehingga perutnya terlihat, kemudian mengatakan: ”Silakan kamu memukulnya seperti aku memukul perutmu!” Tiba-tiba Sawab memeluk Nabi SAW dan mencium perutnya. Maka Nabi SAW terheran-heran dengan perilaku Sawad: ”Mengapa engkau melakukan ini?” Ia menjawab: ”Ya Rasulullah, saat ini aku hadir di hadapanmu, dan aku berharap jika hari ini merupakan waktu terakhir bagiku bersamamu, kulitku telah bersentuhan dengan kulitmu yang mulia.” Maka Nabi SAW mendoakannya dengan kebaikan. Ini sekelumit kisah kepemimpinan Nabi SAW terhadap rakyatnya. Betapa agung dan lembutnya Nabi SAW dalam bersikap terhadap rakyatnya termasuk prajuritnya. Sifat-sifat inilah yang diikuti oleh para Khulafa Rasyidin setelahnya.

Lihatlah Umar bin Khattab, begitu zuhudnya dalam kehidupannya sebagai khalifah. Ia rela hidup sangat sederhana demi memakmurkan dan mengabdi pada rakyatnya. Baju yang dikenakan tidak lebih baik dari pakaian rakyatnya –Anas bin Malik melihat empat tambalan di baju Umar. Sampai tempat tinggalnya pun bukan istana melainkan rumah geribik beralaskan tikar pelepah pohon kurma. Hal inilah yang membuat utusan Kaisar Romawi terkagum-kagum dengan kesederhanaan Umar sebagai pemimpin.

Bahkan ada satu kisah yang sangat menyentuh hati, betapa pemimpin sehebat Umar, yang namanya disegani musuh di seantero Jazirah Arab dan sekitarnya saat itu, yang memiliki pasukan berani mati, mau melayani rakyat jelata. Ketika ia berjalan menelusuri pelosok kota Madinah didampingi seorang pegawainya, dijumpai sebuah rumah yang dihuni seorang wanita janda dengan beberapa anaknya yang masih kecil tengah menangis karena kelaparan. Maka sang ibu sempat mengeluh, mengadu kepada Allah tentang kesulitannya ini. Umar dan pegawainya yang berada di luar mendengar rintihannya. Umar dan seorang pegawainya akhirnya mengetuk pintu rumah itu, dan bertanya apa yang terjadi.  Sang wanita bercerita, sejak Umar menjadi Khalifah ia tidak mendapatkan jatah gandum dari negara sehingga anak-anaknya kelaparan. Umar pun berkata kepadanya: ”Saya akan sampaikan kepada Umar, dan saat ini, aku melihat ibu sedang memasak?” “Ya, aku sedang merebus batu kerikil untuk meredam tangisan anak-anakku hingga mereka menyangka aku sedang memasak, dan merekapun akhirnya tertidur karena lelah menangis.”

Akhirnya Umar keluar, kedua matanya berkaca-kaca, mengecam dirinya sendiri karena telah menelantarkan satu keluarga wanita janda yang tak berdaya. Kemudian ia menuju baitul mal mengambil sekarung gandum dan kebutuhan lain yang diperlukan. Kemudian barang-barang itu dipanggul Umar sendiri, ketika pegawainya menawarkan diri untuk membawa barang tersebut, sambil berkata: ”Wahai Amirul Mukminin biarlah saya yang membawa barang-barang ini, tidak pantas bagimu membawanya”. Umar pun marah dan berkata: ”Maukah engkau menanggung dosa-dosaku di hari kiamat nanti, karena kelalaianku menelantarkan keluarga wanita miskin itu, biarlah badanku ini menanggung kepayahan dan kehinaan saat ini”. Akhirnya, Umar memberikan barang-barang yang dibutuhkan keluarga tersebut, meskipun sang wanita tidak mengetahui bila sang khalifah-lah yang mengantarkan sendiri barang-barang tersebut.

Itulah sekelumit kisah Umar bin Khattab, ketika menjadi khalifah menempatkan dirinya sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Begitu pula yang dilakukan oleh Khulafa Rasyidin yang lain. Mereka sadar menjadi pemimpin bukanlah sebagai kebanggaan yang patut disombongkan, tapi sebagai amanat dan ujian. Pemimpin bagi mereka adalah pelayan sekaligus pengayom rakyatnya. Bisa jadi para khulafa ini menyadari hal ini dalam rangka mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam memimpin umatnya. Dan juga mereka memahami doktrin yang telah Nabi SAW sampaikan dalam sabdanya: ”Mā min ‘Abdin yastar’ihīllahu ra’iyyatan yamūtu yawma yamūtu wa huwa ghāsysyun li ra’iyatihi illa harramallāhu ‘alaihi al-jannata.” (Tidak ada seorang hamba yang diamanatkan oleh Allah menjadi pemimpin atas rakyatnya, ia mati pada saat hari kematiannya dalam keadaan telah mengkhianati amanat yang telah diberikan oleh rakyatnya kecuali Allah haramkan ia masuk syurga. (HR Muslim-4834).

Itulah model pemimpin yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Semoga pemimpin bangsa kita saat ini dapat mengikuti suri teladannya. Wallāhu’alamu bish-Shawāb.

 

Tags: Pemimpin Muslim
Share216Tweet135Send
Previous Post

Tahun 2017 Nilai Produksi IKM Alas Kaki Ditargetkan Rp 24 Triliun

Next Post

Barokah Kebersamaan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result