Antartika, Gontornews –Sejumlah ilmuwan berhasil menanam salad yang tumbuh subur di Antartika meski tanpa bantuan sinar matahari ataupun tanah.
Ilmuwan yang berasal dari Numayer Station III Jerman berhasil memanen tanaman sayuran seperti salad, ketimun dan lobak dalam jumlah besar.
“Setelah menabur benih pada pertengahan Februari lalu, saya mengalami beberapa masalah yang tak terduga seperti kegagalan sistem dalam merespon badai di Antartika yang terjadi lebih dari setahun belakangan,” kata salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini, Paul Zabel sebagaimana dilansir Science Alert.
“Untungnya, semua masalah itu bisa diperbaiki dan diatasi,” tambah Zabel.
Bisa dibilang, penelitian ini membuka peluang untuk menanam tanaman tanpa melibatkan unsur tanah maupun sinar matahari. Tidak hanya itu, tanaman yang berhasil dipanen tersebut juga tidak melibatkan pestisida maupun pupuk kompos atau pupuk kandang.
Sebaliknya, peneliti menggunakan siklus air (hidroponik) yang dapat digunakan kembali dan sistem nutrisi yang dihasilkan dari pencahayaan LED serta memantau kandungan karbon dioksida dalam laboratorium yang diberi nama EDEN-ISS.
Zebel mengatakan, sejumlah ilmuwan dan Pusat Kedirgantaraan di Jerman, yang ikut berkecimpung dalam penelitian ini, menargetkan dapat memanen setidaknya 4-5 kilogram sayuran setiap minggu dengan lobak, salad hijau, tomat, timun, paprika sebagai komoditinya.
Antartika sendiri memiliki cuaca ekstrem yang membuat suasana di luar ruangan berada di bawah 0 derajat atau -20 derajat yang tidak memungkinkan tanaman-tanaman sayuran dapat tumbuh subur.
Beda sayuran beda pula buah-buahan, peneliti mengatakan bahwa pemanenan buah-buahan masih membutuhkan proses dan penelitian lebih intensif lagi.
“Anda harus sabar ketika menanam stroberi. Kami masih menunggu kesuksesan dalam proses penaburan benih,” kata manajer proyek, Daniel Schubert. [Mohamad Deny Irawan]





















