Tajuk tulisan ini terinspirasi dari sejarah pedagangan zaman dulu: Jalur Sutra. Sebuah jalur perdagangan antara Timur dan Barat melalui Asia. Jalur ini menghubungkan Chang’an di Cina dengan Antiokhia di Suriah. Lalu, apa itu Jalur Herbal?
Jalur Sutra meluas dari pusat perdagangan di Cina bagian utara dan Cina bagian selatan. Jalur utara melewati Bulgaria terus ke Eropa timur dan Semenanjung Crimea. Dari sana kemudian menuju ke Laut Hitam, Laut Marmara, serta Balkan lalu ke Venezia.
Sedangkan jalur selatan melewati Turkistan-Khurasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, kemudian ke Antiokhia menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant menuju Mesir dan Afrika Utara.
Jalur Sutra, istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Jerman, Ferdinand von Richthofen, pada abad ke-19 karena mayoritas komoditas perdagangan dari Cina berupa sutra, itu sangat berpengaruh pada pengembangan kebudayaan Cina, India, dan Roma.
Lalu apa yang dimaksud dengan Jalur Herbal? Ini jalur rihlah iqtishadiyah para kiai, ustadz dan pebisnis alumni Pondok Modern Gontor.
Jalur ini membentang dari Pondok Modern Gontor di Ponorogo. Ke timur sampai ke Surabaya dan NTB. Ke barat membentang sampai ke Magelang, Batang, Cirebon, Kuningan, Bogor, Jakarta dan Banten.
Dari pondok atau daerah asal para kiai/ustadz itu, jalur ini kemudian berlanjut ke negeri jiran, Malaysia dan Thailand.
Rihlah di negeri jiran dimulai dari Shah Alam, Selangor. Tepatnya dari Radix Hallmart (RHM), Seksyen 13, Shah Alam, Senin (9/4/2018). Di sini peserta rihlah disambut dan dijamu oleh Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad, pendiri dan pemilik HPA International Industries, Malaysia.
Pria 55 tahun kelahiran Perlis ini memperkenalkan produk-produk HPA (Herbal Penawar Alwahida) dan sekaligus menawarkan kerjasama bertajuk One Pesantren One Product kepada Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor, Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, dan Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPPM) Gontor.
“Keuntungan dari kerjasama ini semuanya untuk umat, tidak ada yang untuk kepentingan pribadi,” papar Tuan Haji Ismail. Untuk tahap awal ia menawarkan kerjasama pembuatan pasta gigi guna memenuhi kebutuhan pondok dan santri.
Ia menyebutkan, tujuan dari kerjasama ini yaitu untuk meningkatkan serta menguatkan ekonomi umat Islam.
Di RHM ini pula, pada malam harinya, rombongan memperoleh kuliah pengobatan a la Nabi atau Tibbun Nabawi. Materi kuliah disampaikan sendiri oleh Tuan Haji Ismail. Saat itu rombongan alumni Gontor menyatu dengan para ahli HPA, sebutan untuk member HPA.
Setelah bermalam di Shah Alam, hari kedua kunjungan, Selasa (10/4/2018), rombongan bertolak ke Kuala Perlis, salah satu negeri di Malaysia yang terletak di utara, untuk mengunjungi kilang atau pabrik produk-produk HPA.
Setelah menempuh jalan darat sekitar 6 jam rombongan tiba di Pusat Kilang Jejawi HPA City, Arau, Perlis. Di sini rombongan antara lain menyaksikan pembuatan dan pengepakan kopi radix, saus tomat, roti, dan obat-obatan herbal. Tuan Haji Ismail menjelaskan dengan rinci proses pembuatan produk-produk itu.
Perjalanan kemudian dilanjutkan untuk melihat kebun pegagan (Centella asiatica). “Pegagan ini banyak khasiatnya, antara lain untuk pembersih darah dan kosmetika,” papar Tuan Haji Ahmad. Rihlah hari kedua diakhiri dengan kunjungan ke Radix Hallmart HPA di Perlis.
Rihlah hari ketiga, Rabu (11/4/2018), berlanjut ke negeri tetangga Malaysia, Thailand. Tuan Haji Ismail menfasilitasi rombongan untuk berkunjung ke pondok pesantren Thayaiwittaya School dan Hidayah Center di Hat Yai, Songkhla, Thailand.
Para pengelola sekolah Islam dan pengurus Hidayah Center ini juga ahli HPA. Mereka mengembangkan produk-produk HPA untuk wilayah Thailand.
Di Negeri Gajah Putih itu, rombongan kiai dan pengusaha alumni Gontor ini juga berkesempatan berkunjung ke Masjid Jami’ Songkhla yang berdiri di atas lahan 60 hektar.
Selanjutnya rombongan berkesempatan berkunjung ke kota Sarang Semut untuk melihat dan makan malam bersama di Radix Fried Chicken (RFC), sebuah restoran ayam herbal milik HPA.
Kunjungan hari ketiga diakhiri dengan penandatanganan MoU antara FPA, Forbis dan YPPPM Gontor dengan HPA International Industries. MoU yang ditandatangani di Hotel Park Avenue, Sungai Petani, Kedah, ini kerjasama untuk pengembangan One Pesantren One Hallmart, One Pesantren One Product, dan One Pesantren 0ne Herbal Clinic.
Kamis (12/4/2018), usai shalat Shubuh dan sarapan pagi, rombongan meluncur ke Bandara Penang untuk kembali ke pondok atau daerah masing-masing.
Sebagaimana Jalur Sutra yang kemudian berpengaruh pada pengembangan kebudayaan di Timur dan Barat, semoga pula Jalur Herbal ini menginspirasi pengembangan kebudayaan di negara-negara Islam khususnya Indonesia dan Malaysia.[]






















Subhaanallaah
Semoga Allah Jadikan ini sebagai Jalan Syi’ar Dakwah Ekonomi MUSLIM
ALLAAHU-AKBAR
Aamiin. Allah akan memenangkan umat Islam, termasuk dalam hal ekonomi.
ayo kita semarakkan kembali kepada Izzah (kemulyan) dari semua sisi termasuk ekonomi