Queensland, Gontornews – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa karang bawah laut juga mengalami pemutihan atau bleaching sebagai konsekuensi meningkatnya suhu air laut akibat perubahan iklim. Penelitian yang dilakukan di wilayah terumbu karang terbesar di Australia, The Great Barrier Reef (GBR) itu berusaha untuk menyoroti efek pemutihan pada terumbu di perairan dalam.
“Selama bleaching, pada awalnya, upwelling (fenomena dimana air laut yang lebih dingin dan bermasa jenis lebih besar dari dasar laut bergerak ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya) mendinginkan suhu air di terumbu dalam. Namun, ketika upwelling ini berhenti menjelang akhir musim panas, suhu perairan dalamnaik hingga ke rekor tertinggi,” ungkap tim peneliti, Dr Pim Bogaerts dari California Academy of Science.
Sementara itu, peneliti utama, Dr Pedro Frade dari Pusat ilmu Kelautan (CCMAR) terkejut saat menemukan proses bleaching terjadi pada terumbu karang di perairan dalam.
“Sungguh mengejutkan saat melihat bahwa dampak (pemutihan) meluas ke terumbu karang terdalam. Karena kami menduga bahwa perairan dalam mampu memberikan perlindungan dari peristiwa mengerikan itu,” kata Pedro.
GBR sendiri memiliki banyak area terumbu karang yang di perairan dalam yang sangat sulit untuk dipelajari. Sekalipun menggunakan kendaraan yang diperasikan dari jauh seperti ROVs, tim hanya mampu mengarahkan sensor di kedalaman 328 kaki dair permukaan karena suhu di perairan dalam sangat berbeda dengan suhu yang ada di perairan dangkal.
“Sayangnya, penelitian lebih lanjut akan menekankan rentannya GBR (terhadap pemanasan global),” jelas Dr Ove Hoegh-Guldberg dari The University of Queensland.
“Kami sudah menetapkan bahwa peran perpindahan terumbu karang di perairan dalam dibatasi oleh spesies terumbu karang di perairan dangkal,” pungkas Hoegh-Guldberg sembari mengatakan akan terus mempelajari beberapa variasi terumbu karang di perairan dalam dan dangkal. [Mohamad Deny Irawan]




















