California, Gontornews — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Salk Institute of Biological Studies mengungapkan sisi positif berpuasa. Menurut para peneiliti, membuat jeda makan selama 10 jam dapat melindungi tubuh dari obesitas dan penyakit metabolik.
“Bagi sebagian besar dari kita, setiap hari dimulai dengan secangkir kopi di pagi hari dan snack sebelum tidur atau 14-15 jam kemudian,” ungkap profesor di Salk’s Regulatory Biology Laboratory, Satchidananda Panda sebagaimana dilansir Science Daily.
“Tetapi membatasi asupan makanan hingga 10 sehari dan berpuasa dapat membuat kondisi kesehatan anda lebih baik terlepas dari jam makan biologis kita,” tambah Panda.
Lebih lanjut, Panda mengungkapkan jika di dalam setiap tubuh mamalia terdapat sebuah siklus sel yang aktif selama 24 jam bernama ritme sirkadian. Contoh, manusia memiliki sel pencernaan yang lebih aktif di pagi hari sedangkan di malam hari sel manusia yang aktif adalah sel perbaikan.
Dalam penelitian tersebut Panda dan tim menggunakan tikus sebagai objek penelitiannya. Tikus-tikus penelitian yang digunakan lantas dibatasi pola makannya dari 8-10 jam perhari. Hasilnya, tikus-tikus tersebut menjadi lebih ramping, bugar dan sehat dari pada tikus yang memakan seperti biasanya.
“Berdasarkan penelitian sebelumnya, kami telah mendapatkan kesan bahwa jam biologis seseorang mempengaruhi perubahan dan mematikan metabolisme pada waktu yang ditentukan,” kata salah seorang tim penulis, Amandine Chaix.
“Sementar iitu benar, pekerjaan ini juga menunjukkan bahwa pengendalian siklus makan dan berpuasa pada hewan mampu mengesampingkan kurangnya sistem pengaturan waktu eksternal maupun waktu internal,” tambah Chaix dalam artikel yang diterbitkan oleh Cell Metabolism itu.
Secara spesifik, peneliti memfokuskan penelitiannya tentang ritme sikardian dan pengaruhnya dalam metabolisme tubuh.
“Banyak dari kita memiliki satu atau lebih masalah yang berkaitan dengan gen penyebab cacat dan penyakit. Temuan ini membuktikan bahw agaya hidup yang baik dapat mengalahkan efek buruk gen perusak serta membuka harapan untuk hidup lebih sehat,” pungkas Panda. [Mohamad Deny Irawan]






















