Aceh Besar, Gontornews — Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Aceh, meresmikan penggunaan kartu digital santri atau student digital cards (SDC), Rabu (13/6/2024). Pimpinan Pesantren Teknologi MSBS, Abi Gunawan Indra, mengatakan inovasi memungkinkan para wali santri untuk memantau dan mengontrol langsung perkembangan pendidikan anaknya di pondok. Tidak hanya itu, alat ini juga memungkinkan para wali untuk memantau langsung transaksi keuangan yang dilakukan oleh anaknya.
“Kami berusaha menghadirkan inovasi terbaik dalam wujud Cards, untuk memudahkan wali santri memantau perkembangan anaknya selama di MSBS,” ungkap Abi Gunawan sebagiamana dilansir laman MSBS Aceh.
“Ada berbagai fitur di Cards, seperti presensi kehadiran santri dalam kegiatan, prestasi, tagihan, catatan transaksi santri dan berbagai informasi lainnya. Ini tentunya akan membantu wali santri untuk mengetahui pencapaian belajar anaknya,” sambungnya.
Abi Gunawan menambahkan, MSBS telah memberlakukan inovasi Cards berkonsep all in one cards itu sejak April 2024 lalu. Selain kontrol transaksi keuangan, nantinya para wali santri juga mendapatkan laporan pencapaian putra-putrinya mulai dari presensi masuk kelas santri, kehadiran shalat hingg pantauan kegiatan ekstrakurikuler.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, H Muntasyir, menyambut baik perkembagan serta inovasi yang dilakukan oleh Pesantren Teknologi MSBS Aceh. Menurutnya, inovasi tersebut dapat juga bermanfaat sebagian media dakwah dalam menyebarkan dakwah, mendongkrak ekonomi dayah hingga sarana promosi dayah kepada masyarakat.
“Hari ini, kita berada di pesantren teknologi MSBS yang patut kita apresiasi dan berikan penghargaan serta menjadikan mereka role model sebagai salah satu pesantren yang mempersiapkan santrinya lebih melek tenologi,” kata H Muntasyir sebagaimana dilansir laman Kementerian Agama Aceh.
“Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah dalam menyebarkan syiar, mendongkrak ekonomi dayah, mempromosikan dayah secara lebih luas yang menjangkau semua elemen masyarakat,” sambungnya. [Mohamad Deny Irawan]




















