Depok, Gontornews– Area Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok berada di Jl H Amat No 21 Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok. Di lahan seluas 2 hektar ini terdapat Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an (STKQ), Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ), dan Pesantren Mahasiswa (Pesma).
Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an Al-Hikam diresmikan pada tanggal 9 Januari 2011. Peresmian yang dihadiri para tokoh besar termasuk Syekh Wahbah Zuhaili dan Quraish Shihab kala itu, berlangsung dengan khidmat.
Selain mendirikan STKQ Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi juga berusaha mengintegrasikan dan mengombinasikan mahasiswa umum dengan ilmu agama melalui Pesantren Mahasiswa (Pesma) yang didirikannya.
Tidak hanya mendidik mahasiswa dari berbagai daerah, Pesantren Al-Hikam Depok juga berusaha mendidik warga sekitar sejak dini melalui Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Al-Hikam. Dengan adanya TPQ Al-Hikam, diharapkan terciptanya generasi qur’ani di sekitar Al-Hikam.
“Perbedaan antara Al-Hikam Depok dengan Al-Hikam Malang yakni selain pesantren mahasiswa, kami juga menerima santri yang hafal al-Qur’an untuk S1 jurusan ilmu al-Qur’an,” terang Ustadz HM Yusron Shidqi Lc MA, pengasuh setempat.
Sedangkan untuk kepemimpinan pada kedua Al-Hikam tersebut, mereka berada dibawah satu orang pengasuh. “Akan tetapi memiliki ketua yayasan yang berbeda satu sama lain,” jelas putra almarhum Dr KH A Hasyim Muzadi kepada Gontornews.com.
Semakin hari pondok ini semakin berkembang dan menuai banyak penilaian positif dari masyarakat. Pada September lalu, STKQ Al-Hikam Depok bahkan telah sukses menggelar acara, “Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan IV”.
Kesyukuran mendalam begitu dirasakan oleh para jajaran guru dan santri karena pada tahun ini STKQ Al-Hikam kembali berhasil meluluskan wisudawan sarjana hafidz al-Qur’an 30 juz. Total wisudawan tahun ini berjumlah 29 orang. Dengan wisudawan terbaik bernama Syaifullah asal Kalimantan Barat.
Dalam pembukaannya, pimpinan STKQ Al-Hikam, Ustadz H M Yusron, menuturkan ucapan selamat kepada para sarjana karena berhasil menyelesaikan studi dan masa pengabdian mereka di pelosok.
Selain itu, rasa terima kasih juga berkali-kali diucapkannya untuk menghormati dedikasi yang tinggi dari para jajaran guru STKQ Al-Hikam. “Sebab pondok bisa berdiri tanpa bangunan, namun pondok tidak akan mampu berdiri tanpa guru,” pungkas alumnus Pondok Modern Gontor tahun 2005 itu. <Edithya Miranti>
























