15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Plus Minus Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
14 September 2020
in Laput
0
Foto: Sumeks

Pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 dianggap sebagai solusi jitu di bidang pendidikan. Namun, pembelajaran daring bukan tanpa masalah. Karenanya Pemerintah dan otoritas terkait mampu memaksimalkan potensi ini sambil menggali kelemahan-kelemahan pembelajaran online di kalangan masyarakat.

Sebuah warung kelontong tiba-tiba menghubungi operator internet. Ia meminta untuk memasang internet berkecepatan 10 Mbps. Bagi sang pemilik warung, memasang internet di kala pandemi menjadi rezeki. Bagaimana tidak, untuk mendapatkan akses internet, sang pengguna cukup membayarkan uang Rp 2.000 saja kepada pemilik warung agar dapat berselancar di dunia maya sesukanya. Anak-anak tiba bergerumul di halaman warung tersebut sembari memegang gawai. Dugaan awal, mereka belajar dengan memanfaatkan gawai yang ada di genggamannya. Tapi siapa duga, pembicaraan yang terjadi di kalangan anak-anak justru bukan seputar pelajaran melainkan permainan berbasis daring atau yang familiar dikenal game online.

“Memang kalian sudah belajar? Kok sudah memegang handphone dan bermain game?” tanya seorang tetangga warung. “Kami sudah belajar. Beberapa sekolah juga sudah libur. Jadi saatnya kami bermain game,” jawab seorang anak dengan ringan.

Efek pemasangan internet tiba-tiba tersebut bak pisau bermata dua. Di satu sisi, pemasangan akses internet di warung kelontong, secara tidak langsung, telah membantu pemerintah merealisasikan agenda pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ sendiri merupakan solusi yang dipilih oleh Pemerintah di sektor pendidikan guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Pun bagi dunia pesantren seperti Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta yang mengambil opsi PJJ.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

Sejak 14 Februari 2020, Darunnajah memberlakukan pembelajaran dari rumah. Tak pelak penggunaan media informasi Darunnajah Smart System sebagai media pembelajaran di masa pandemi diberlakukan. Urung usainya pandemi Covid-19, Darunnajah lantas memperpanjang masa PJJ di bidang akademik maupun pengasuhan santri. Melalui Maklumat Nomor 11.565.05/DN/VII/2020, Ponpes Darunnajah memperpanjang PJJ bagi santri Darunnajah baik pusat hingga cabang.

“Pondok Pesantren Darunnajah Pusat menunda kedatangan anak-anak kami para santri, dari yang dijadwalkan 20 Juli 2020, dimundurkan hingga akhir libur semester ganjil atau akhir Desember 2020. Pondok Pesantren akan meningkatkan pembelajaran jarak jauh di bidang akademik dan pengasuhan,” ungkap maklumat tertanggal 11 Juli 2020 tersebut.

Pimpinan Ponpes Darunnajah, Dr KH Sofwan Manaf, menjelaskan bahwa penggunaan PJJ sebagai instrumen pembelajaran tidak lepas dari lokasi Jakarta yang menjadi episentrum. Ustadz Sofwan menyebutkan bahwa maklumat tersebut juga berlaku untuk seluruh cabang Darunnajah di seluruh Indonesia. “Pembelajaran Online juga dilaksanakan di semua cabang (Darunnajah),” kata Ustadz Sofwan kepada Majalah Gontor.

“(Pembelajaran Jarak Jauh yang kami lakukan) diharapkan dapat menyentuh sisi kognitif, afektif hingga psikomotorik. Sehingga demikian, jika kami tidak menerapakan PJJ, kami akan dianggap sebagai golongan yang gagal paham terhadap kondisi dan keadaan saat ini,” tambahnya.

Simalakama Pembelajaran Jarak jauh

Di sisi lain, bak simalakama, PJJ rupanya membuat efektivitas pembelajaran ambyar. Minimnya interaksi guru dan murid secara tidak langsung menafikan transformasi pembelajaran berbasis uswah hasanah. Dalam PJJ, dagelan yang terjadi antar siswa-siswi sekolah pun kerap terjadi. Contoh sederhana misalnya ketiadaan disiplin anak untuk menggunakan seragam lengkap kala mengkuti pembelajaran. Karena sorotan mata tertuju pada kamera handphone, maka hanya pakaian putih berdasi merah, biru dan abu-abu yang terlihat. Lalu bagaimana setelan celana sekolah, apakah si anak menggunakan? Mungkin hanya Allah SWT, orangtua dan siswa yang mengetahui.

“Yang penting, anak saya dianggap masuk sekolah,” kata Fitri, nama samaran, wali murid Sekolah Dasar.

Beda Fitri beda Sulastri (nama samaran). Sulastri mengalami problem meningkatnya biaya kuota internet yang digunakan untuk pembelajaran. Jika biasanya Sulastri menghabiskan biaya internet Rp 50.000 tiap bulan, maka semenjak PJJ diberlakukan, biaya kuota meningkat hingga dua kali lipat. “Habis mau bagaimana lagi. Anak-anak kan sekarang belajarnya online. Mau tidak mau biaya kuota internet pasti meningkat,” kata Sulastri.

Melalui pembelajaran daring, sisi kognitif siswa meningkat. Namun untuk sisi afektif maupun psikomotorik, pembelajaran daring tidak terlalu berdampak bagi siswa. Setidaknya, permasalahan itu pula yang dialami oleh Ponpes Darunnajah. Sejak memulangkan santri pada 14 Februari 2020, seluruh kegiatan santri dilakukan secara daring. Bukan saja pembelajaran di kelas, yudisium kelulusan santri kelas 6 dilakukan secara daring. “Seluruh santri kelas 6 melaksanakan ujian lisan dan ujian tulis secara daring. Pelaksanaan khutbatul wada’ pun dilaksanakan secara online.”

“Seluruh kegiatan pembelajaran dan proses kenaikan kelas santri dilakukan secara online. Hanya bedanya, anak-anak tidak hadir di pesantren secara fisik,” ungkap alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.

“Padahal, pembentukan karakter santri memerlukan contoh dan keteladanan dari guru. Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan secara lisan tetapi juga dengan interaksi fisik dan kegiatan-kegiatan,” keluh Kiai Sofwan menanggapi kondisi yang mengharuskan Darunnajah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh.

Kini, seluruh santri Darunnajah telah merasakan pendidikan jarak jauh dari rumah. Rasa bosan, penangguhan kebebasan dalam menjalani pendidikan normal serta minimnya interaksi fisik antara santri ke santri, guru ke santri maupun sebaliknya menjadi catatan negatif pembelajaran jarak jauh. “Hampir enam bulan, saya rasa, santri sudah mulai merasa bosan di rumah,” jelasnya.

Keluhan tidak hanya datang dari lembaga pendidikan saja, wali murid pun mulai berbondong-bondong mengeluhkan pembelajaran online di rumah. Selain meningkatnya biaya internet, orangtua mulai kewalahan dan khawatir dengan meningkatnya jam bermain ‘game online’ putra-putrinya. Di sisi lain, orangtua mulai sibuk bekerja. Para orangtua seakan abai dengan keadaan putra-putrinya sepulang sekolah. Tanpa pertimbangan mendalam, handphone diserahkan kepada anak tanpa pembatasan waktu.

“Habis bagaimana? Kalau tidak begitu (handphone diberikan kepada anak), pekerjaan saya di rumah pun terganggu,” cetus Aan, seorang karyawan perbankan di Jakarta.

Selain PJJ, Pemerintah pun menerapkan aturan 50 persen bagi karyawan swasta maupun BUMN. Alhasil, jika 50 persen pegawai masuk, maka 50 persen pegawai lainnya bekerja dari rumah. Karenanya, istilah work for home (WFH) ataupun work for office (WFO) pun mengemuka di kalangan karyawan.

Jelas apa yang dialami oleh Fitri, Sulastri, Junaedi maupun Aan merupakan permasalahan di bidang pendidikan yang terjadi selama pandemi. Pembelajaran jarak jauh pun dianggap sebagai solusi sementara yang bisa dilakukan selama pandemi. Tetapi, menurunnya kualitas pendidikan di sekolah maupun lembaga pendidikan lain perlu menjadi catatan otoritas terkait.

Dengan pembelajaran daring, siswa tidak akan pernah dapat mendengar, melihat dan merasakan pendidikan. Maka tepat jika pemaksimalan indra pendengaran, indra pengelihatan dan indra perasa digunakan dalam proses pendidikan. Tanpa ketiganya, mustahil, aspek afektif dan psikomotorik dapat ditingkatkan selama masa pandemi Covid-19. []

Tags: Belajar onlineCOVID-19
Share112Tweet70Send
Previous Post

Pejabat PLO Serukan Rencana Keamanan Dunia Arab Sendiri

Next Post

Bahrain: Perjanjian Perdamaian dengan Israel Berkontribusi pada Stabilitas Regional

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result