Tbilisi, Gontornews – Setelah Perdana Menteri (PM) Yordania mundur akibat demonstrasi warganya, kini giliran PM Georgia yang mundur karena alasan yang sama. Perdana Menteri Georgia, Giorgi Kvirikashvili, telah mengumumkan pengunduran dirinya di tengah perselisihan dengan Bidzina Ivanishvili, pemimpin partai yang berkuasa.
“Kami memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan pemimpin partai yang berkuasa. Saya pikir ini adalah saat sekarang ketika pemimpin partai harus diberi kesempatan untuk membentuk kabinet baru,” kata Kvirikashvili dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Rabu (13/6).
Seperti dirilis Aljazeera, Kvirikashvili (50) menjadi perdana menteri negara itu sejak 2015.
Pengunduran diri perdana menteri ini terjadi di tengah ketidakpuasan masyarakat atas kebijakan ekonomi pemerintahnya, dan setelah protes massal dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut konstitusi Georgia, pengunduran diri perdana menteri akan membuat pengunduran diri seluruh kabinet.
Partai yang berkuasa, Georgian Dream, memiliki tujuh hari untuk menominasikan calon perdana menteri yang akan ditunjuk oleh presiden negara itu.
Presiden Giorgi Margvelashvili kemudian memiliki tujuh hari lagi untuk mengajukan kabinet baru ke parlemen untuk disetujui. [Rusdiono Mukri]






















