Kairo, Gontornews — Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, polisi telah menembak mati sembilan orang yang dicurigai memiliki kaitan dengan serangan mematikan di Semenanjung Sinai beberapa waktu lalu.
Sembilan orang tersebut tewas dalam baku tembak saat penyergapan di waktu fajar di sebuah rumah pertanian di Provinsi Sharqiya, kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (24/12).
Mereka dicurigai menanam bahan peledak dan menargetkan pos pemeriksaan keamanan di Sinai utara, yang menyebabkan kematian sejumlah personil polisi dan tentara.
Pertanian Sharqiya adalah tempat persembunyian dan pusat pelatihan senjata dan bahan peledak, kata kementerian tersebut. Ia menambahkan, kelompok tersebut berencana melakukan serangan lebih lanjut di Sinai Utara.
Identitas tersangka masih dipelajari, katanya seperti dirilis Aljazeera.
Dalam sebuah serangan terpisah di ibukota Mesir, Kairo, polisi menangkap sembilan orang lainnya serta menyita senjata dan alat peledak, kata kementerian tersebut dalam pernyataan yang sama.
Empat di antaranya terlibat dalam serangan bulan Juli di Kairo yang menewaskan dua orang, katanya.
Pasukan keamanan Mesir sedang memerangi sebuah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di bagian utara Semenanjung Sinai, di mana ratusan polisi, tentara dan warga sipil terbunuh sejak 2013.
Pemberontakan itu meningkat setelah militer menggulingkan Mohamed Morsi, presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, pada bulan Juni tahun itu. [Rusdiono Mukri]





















