Tokyo, Gontornews — Pihak kepolisian Jepang berhasil menetapkan pelaku pembakaran studio animasi, Kyoto Animation, Jumat (20/7) waktu setempat. Akibat insiden tersebut, 33 orang dikabarkan tewas di lokasi animasi terbesar di Jepang tersebut.
Pelaku yang dikonfirmasi bernama Shinji Aoba (41) dikabarkan sempat mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit akibat menderita luka bakar serius. Sebelum Aoba menjalankan aksi sadisnya tersebut, pihak kepolisian sempat menghukum Aoba dengan pidana setelah merampok sebuah toko serta menyatakan bahwa pelaku sempat mengalami gangguan mental.
Aoba sendiri dikabarkan tinggal di sebuah apartemen di pinggiran kota Omiya atau 500 km sebelah timur Kyoto. Seorang tetangga mengenal tersangka yang dikenal gemuk dan tidak terawat. Pelaku bahkan tidak banyak berbicara dengan masyarakatnya.
“Aku belum pernah melihatnya keluar di siang hari bahkan ke pasar. Tetapi, di malam hari ia sering kali berbicara setiap tengah malam,” kata seorang tetangga tersangka berusia 27 tahun yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters.
Aoba, sebut sang tetangga, kerap kali menyetel musik ataupun bermain video game dengan suara kencang. Wajar, sebagian tetangga mengeluhkan tindakan semena-menanya tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanatan warga.
Kepada pihak kepolisian, Aoba mengatakan bahwa aksi pembakarannya dilakukan karena Kyoto Animation, disebut, telah melakukan plagiasi terhadap novel buatannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe menegaskan bahwa penyebab kebakaran tersebut adalah murni pembakaran.
“Hari ini banyak orang terbunuh dan terluka dalam kasus pembunuhan pembakaran di Kyoto,” kata Abe.
Hingga saat ini, polisi masih terus mencari motif dari perbuatan biadab tersangka. Namun, pemeriksaan terkendala kondisi pelaku karena mengalami luka dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tedekat. [Mohamad Deny Irawan]


















