Jakarta, Gontornews — Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, mengkritik Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin (LHS), dengan sebutan gagal. Maman berdalih bahwa LHS bukan sosok petarung yang mampu mempengaruhi anak buahnya untuk mengimplementasikan kebijakan.
“Menteri Agama yang sekarang itu seorang negarawan, ngomongnya baik. tapi bukan petarung. (Ia) bukan orang yang mampu mempengaruhi anak buahnya untuk mengimplementasikan kebijakan,” ungkap Maman Imanul Haq dalam sebuah diskusi di kawasan Kebon Sirih Jakarta, Sabtu (20/7), sebagaimana dilansir medcom.id.
“Jadi saya melihat bahwa beliau terkunci oleh anak-anak buahnya, banyak problem yang tidak nyampai,” tambah Maman.
Maman bahkan menyebut LHS sebagai sosok Menteri Agama yang gagal. “Gagal, betul gagal. Bukan hanya soal kiinerja. Bapak datang deh ke Lapangan Banteng, tidak pernah ada sebuah Kementerian yang parkirnya paling jelek kecuali di Kementerian Agama. Parkirnya aja jelek, apalagi menterinya,” sindir Maman.
Menanggapi kritikan tersebut, Kementerian Agama mengakui bahwa di bawah naungan LHS, Kemenag menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Secara spesifik, Kemenag membeberkan empat keberhasilan di era LHS, yaitu: meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam tiga tahun terakhir atau menjadi instansi pemerintah pertam yang menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam sistem pelaporan keuangan pemerintah.
Keberhasilan kedua adalah meningkatnya indeks Reformasi Birokasi Kementerian Agama. Sebagaimana dilansir laman kemenag.go.id, indeks RB Kemenag terus meningkat. Jika pada 2014, indeks RB Kemenag berada di posisi 54,83, maka pada tahun 2018, indeks RB Kemenag berada di angka 74,02.
“Jelas sekali, ada kenaikan signifikan dalam lima tahun terakhir. Proses perbaikan terus dilakukan, semoga tahun depan kami sudah masuk kategori tertinggi yaitu “A”,” kata Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama, Ali Rokhmad.
Keberhasilan ketiga adalah meningkatnya Indeks Kepuasan Haji. Jika pada tahun 2014, Indeks Kepuasan Haji mencapai 81,52, maka indeks kepuasan Haji pada tahun 2018 mencapai 85,23 atau masuk kategori sangat memuaskan.
Keberhasilan keempat adalah kehadiran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang telah hadir di 34 Kantor Wilayah Kemenag Provinsi serta puluhan PTSP di tingkat Kantor Kemenag di Kabupaten atau Kota.
Dengan hadirnya PTSP, sebut Ali Rokhmad, Kemenag memberikan kemudahan masyarakat untuk mengurus segala keperluan yang berkaitan dengan layanan agama dan keagamaan. Bahkan, dalam beberapa proses, masyaraka tidak perlu hadir ke kantor Kemenag sehingga publik tidak perlu mencari lahan parkir.
“PTSP adalah wujud nyata good governance dan komitmen Kemenag untuk lebih dekat melayani umat di era digital,”
“Reformasi Birokasi di Kemenag memang belum selesai. Masih ada beberapa bolong yang harus ditambal. Tapi, rumah bocor cukup ditambal dan diperbaiki, tak perlu diluluh-lantahkan,” pungkas Ali Rokhmad. [Mohamad Deny Irawan]






















