pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 5 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Hadis

Politik Uang dan Gratifikasi dalam Tinjauan Hadis

Abdul Malik Ghozali, Dosen Hadis Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama & Pasca Sarjana UIN Raden Intan Lampung

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 years ago
in Hadis
0
Politik Uang dan Gratifikasi dalam Tinjauan Hadis

Diriwayatkan dari Abis al-Ghifari RA: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Bersegeralah kalian mati sebelum datang enam perkara; Kemimpinan orang bodoh, kebanyakan aparat keamanan (seperti polisi dll, pen.), jual beli hukum/jabatan, mudah menumpahkan darah, memutus tali silaturrahim, para pemuda (qari) yang menjadikan al-Qur’an hanya seperti suara seruling untuk didendangkan saja di hadapan khalayak padahal tidak memiliki pemahaman yang memadai (dari Al-Qur’an) (HR Ahmad dalam Musnad no hadis 16463).

Takhrij Hadis

Selain Ahmad hadis ini dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 7/52, Abdurrazaq dalam al-Mushannaf – 4186, al-Hakim an-Nisaburi dalam al-Mustadrak – 5905, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir – 3091, Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam Ma’rifat Shahabah 16/15, Abu Ja’far Thahawi dalam Musykil al-Atsar – 1187 semuanya dari sahabat Abis al-Ghifari. Imam Thabrani dalam sanad lain menyebut perawi sahabat dengan nama Hakam al-Ghifari. Namun kebanyakan ulama hadis menguatkan nama perawi Abis al-Ghifari.





Menurut kajian Nuruddin al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid (5/297), riwayat Ahmad ini dalam sanadnya ditemukan perawi dhaif yaitu Utsman bin Umair al-Bajli, namun dikuatkan dengan jalur periwayatan Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir yang perawi-perawinya

BACA JUGA

Adab terhadap Lingkungan

Hijrah dan Spirit Perubahan

Eksklusivitas Islam

Urgensi Lembaga Pendidikan Islam (Bagian 1)

Membangun Peradaban Ilmu Perspektif Hadits

adalah tsiqah. Diperkuat dengan mutaba’at dan syawahid dari periwayatan al-Hakim dalam al-Mustadrak dan mukharrij yang lain, maka status hadis ini adalah shahih.

Enam Perkara Tanda Kematian Umat



Dalam hadis di atas, terjadi perbedaan redaksi di awal matan, pertama, sebagian riwayat menggunakan ‘badiru bi al-maut’ sittan (segeralah kalian mati sebelum datang enam perkara); kedua, sebagian lain menggunakan ‘inni akhafu ‘ala ummati’ sitta khishal (aku khawatir atas umatku atas enam perkara).

Maka bila dilakukan ‘jalan tengah’ maksud dari enam perkara adalah hal-hal yang Nabi khawatirkan atas umatnya. Enam perkara ini sebagai tanda masa sulit sehingga Nabi menqiyaskan agar umatnya sebaiknya mati sebelum mengalami enam perkara ini terjadi. Dan enam perkara ini merupakan indikator kematian umat.

Pertama, kepemimpinan orang-orang bodoh. Dalam riwayat lain disebut ‘imrah shibyan’ (kepemimpinan anak-anak). Para ahli hadis menjelaskan, kepemimpinan orang-orang bodoh atau anak-anak sebenarnya adalah kepemimpinan yang tidak ideal. Kepemimpinan anak-anak adalah simbol pemimpin yang tidak memenuhi syarat kepemimpinan. Orang-orang yang tidak cakap dan tidak amanah adalah suatu musibah bagi umat.

Bahkan Imam Bukhari meriwayatkan Sabda Nabi SAW: “Halaku Ummati ‘ala yadi Ughailimah Sufaha” (kehancuran umatku di tangan pemimpin anak-anak).

Dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar Asqalani menjelaskan, kepemimpinan anak-anak itu adalah kepemimpinan orang-orang yang lemah akal, lemah agama, tidak cakap memimpin, bukan karena umurnya yang masih anak-anak (20/61).

Abdurrauf al-manawi dalam Faidh al-Qadir (6/361) menjelaskan bahwa kepemimpinan anak-anak ini adalah tanda dekatnya hari kiamat.

Kedua, kebanyakan aparat keamanan (Katsrat Syurat) yang menyalahgunakan kekuatannya. Hal ini dikuatkan riwayat Hadis Shahih Muslim (3971) bahwa Nabi SAW menyebutkan dua golongan dari ahli neraka yang ia belum pernah lihat keduanya; Sekelompok orang yang memiliki cambuk (senjata) seperti ekor sapi, yang suka memukul orang-orang; dan wanita-wanita yang berpakaian (kasiyat) dan telanjang (ariyat). Menurut imam Nawawi, orang yang membawa cambuk adalah para aparat keamanan dan wanita berpakaian dengan menampakkan aurat atau membuka sebagian auratnya.

Ketiga, jual beli hukum/jabatan (bay’u al-hukmi). Jual beli hukum dan jabatan merupakan perbuatan terlarang. Jabatan adalah amanah yang dimandatkan dan dipercayakan. Nabi SAW melarang sahabat untuk meminta jabatan, seperti dalam riwayat Bukhari (6248) dan Muslim (1652) dari Sahabat Abdurrahman bin Samurah bahwa Nabi berkata kepadanya: ”Wahai Abdurrahman janganlah engkau meminta jabatan, jika engkau diberinya karena memintanya engkau akan ditinggalkan tanpa pertolongan, bila kamu diberinya tanpa meminta kamu akan ditolong (Allah) atas jabatan itu….”.

Keempat, menganggap remeh nyawa manusia. Maksudnya adalah mudah membunuh sesama dalam hal-hal sepele. Padahal nyawa manusia sangat dihargai dalam Islam. Membunuh tanpa alasan syar’i adalah suatu perbuatan dosa besar. Dalam riwayat Bukhari (6484) Nabi SAW menegaskan: ”Tidak dihalalkan darah seorang Muslim yang telah bersyahadat kecuali dengan tiga perkara: pembunuhan nyawa dengan nyawa (qishash), orang muhsan berzina (rajam), dan orang yang meninggalkan agamanya dan keluar dari jamaah Muslimin” (riddah). Bahkan pembunuhan terhadap Muslim tanpa hak syar’i dianggap kekufuran. (HR Tirmidzi ,2846).

Kelima, memutus tali silaturrahim. Bila sering terjadi pemutusan tali silaturrahim di antara elemen kaum Muslimin dapat menimbulkan perpecahan di antara mereka. Dan perpecahan ini akan melemahkan kekuatan umat Islam. Orang-orang yang memutus tali silaturrahim diancam tidak akan masuk syurga (Bukhari 5638).

Keenam, anak-anak muda yang menjadikan bacaan al-Qur’an hanya sebatas lagu yang didendangkan. Maksudnya adalah al-Qur’an tidak dipelajari dan didalami, tapi hanya dilagukan tanpa aturan.

Kitab al-Mu’tashir min al-Mukhtasar min Musykilat al- Atsar menjelaskan, anak-anak muda yang melagukan al-Qur’an ini adalah mereka yang dijadikan imam shalat karena sekedar memiliki suara bagus padahal tidak memiliki ilmu yang memadai dalam bacaan al-Qur’an dan agama.

Perbuatan Risywah

Politik uang dan pemberian hadiah karena jabatan atau hukum (gratifikasi) termasuk dalam perbuatan risywah (sogok). Risywah sendiri adalah perbuatan dosa besar. Nabi SAW sendiri melaknat pelaku risywah, penerima dan perantaranya (al- Hakim 7608).

Politik uang maupun gratifikasi akan memunculkan pemimpin-pemimpin transaksional pragmatis dan ketidak adilan dalam penegakan hukum serta penghalang perwujudan pemerintahan bersih (clean government).

Mua’dz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Ambilah pemberian orang selama itu murni pemberian (tanpa syarat, pen.), bila berubah menjadi sogokan atas agama maka janganlah kalian ambil, karena kalian tidak boleh meninggalkan agama. (Fath Bari, no hadis 4468).

Sosiolog Barat, Jeremie Kubicek, mengatakan masalah kepemimpinan adalah masalah serius yang dihadapi dunia dan terus bergulir hingga saat ini. Dalam bukunya : Leadership is Dead: How Influence is Riviving it (2011). Kepemimpinan—saat ini— telah mati: Bagaimana pengaruh yang merupakan inti kepemimpinan bisa dihidupkan kembali.

Kubicek menilai krisis yang dihadapi dunia saat ini adalah akibat krisis kepemimpinan. Banyak problem dan konflik di dunia saat ini disebabkan dari kepemimpinan yang tidak ideal.

Dalam Shahih Bukhari (2457) dan Muslim (1832) dari Humaid Sa’idi bahwa Nabi SAW mempekerjakan seseorang dari suku Azd bernama Ibnu Lutbiya untuk menarik zakat. Ketika dia datang menyetorkan hasilnya, ia berkata: ini adalah (zakatnya) untuk kalian dan ini adalah hadiah untukku (dari mereka). Maka Nabi berdiri di mimbar dan berkata: ”Demi Allah janganlah kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya, kecuali dia nanti menghadap Allah dengan memikul beban..”

Ibnu Sirin sangat membenci upah para penyumpah dan berkata: Para sahabat Nabi mengatakan bahwa menyogok (risywah) atas hukum adalah haram. (Tafsir dari Sunan Sa’id bin Mansur 701).

Imam al-Mawardi dalam al-Ahkam as-Sulthaniyah (hlm. 131) menjelaskan bahwa mengeluarkan harta untuk meminta jabatan atau keputusan hakim termasuk hal yang dilarang, karena masuk kategori risywah (sogok) yang diharamkan, orang yang mengeluarkan dan yang menerima menjadi cacat agama dan kepribadiannya (majruh), sesuai riwayat hadis bahwa Nabi SAW melaknat penyogok (rasyi), penerima sogokan (murtasyi) dan perantara antarkeduanya (rayisy). []

Tags: GratifikasiHadisPolitik Uang
Share234Tweet147Send
Previous Post

PBB Kecam Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka

Next Post

Warga Sipil Rela Jadi ‘Perisai Manusia’ Untuk Lindungi Orang Kurdi di Afrin

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result