10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Hadis

Eksklusivitas Islam

Oleh Dr Zahrul Fata, Dosen Pascasarjana UNIDA Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
4 December 2022
in Hadis
0
Foto: Tazkiyah Tour

Dari Anas bin Malik RA, dia berkata: Ada seorang anak Yahudi yang berkhidmat kepada Nabi SAW (suatu hari) anak tersebut sakit, maka Nabi SAW datang menjenguknya. Nabi duduk di dekat kepala anak tersebut seraya berkata: “Masuklah Islam (bersyahadatlah)!” Anak tersebut menoleh ke ayahnya yang ada di sampingnya. Lalu sang ayah berkata kepadanya: “Ta’atilah Abu Qasim SAW.” Tidak lama setelah itu, Nabi SAW keluar seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya (anak tersebut) dari neraka.” (HR Bukhari)

Takhrij Hadis

Selain Imam Bukhari, hadis di atas juga diriwayatkan oleh beberapa muhaddis yang lain, seperti Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Abu Dawud dalam Sunannya, al-Nasa`i dalam Sunannya, al-Baihaqy dalam Sunannya dengan sedikit perbedaan redaksi. Seperti riwayat Ahmad bin Hanbal, ada tambahan “bî” (dengan wasilahku) di antara lafadz “anqadzahû” (yang telah menyelamatkannya) dan lafadz “min al-nâr” (dari neraka). 

Syarah Hadis

BACA JUGA

Adab terhadap Lingkungan

Hijrah dan Spirit Perubahan

Urgensi Lembaga Pendidikan Islam (Bagian 1)

Membangun Peradaban Ilmu Perspektif Hadits

Ketika Ulama Wafat

Latar belakang masyarakat Madinah yang sangat majemuk, karena terdiri dari beberapa etnik Arab dan Yahudi, mendesak adanya peraturan umum yang mengatur kehidupan bersama dengan baik. Karena itulah, tidak lama setelah hijrah, Rasulullah SAW menetapkan Piagam Madinah yang mengatur kepentingan bersama masyarakat Muslim dan non-Muslim, tanpa harus menghilangkan karakter khas masing-masing, terutama agama. Riwayat di atas merupakan bagian dari potret hubungan harmonis antarpemeluk agama yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

Setidaknya ada tiga pelajaran yang berharga dari interaksi Nabi SAW dengan anak Yahudi di atas: Pertama, perbedaan keyakinan tidak menghalangi seorang Muslim untuk membina hubungan baik dengan non-Muslim, saling membantu dan bekerjasama, selama tidak ada sangkut pautnya dengan akidah. Dalam riwayat Imam Ahmad dijelaskan bahwa anak Yahudi tersebut biasanya mempersiapkan air wudhu dan menata sandal untuk Nabi.

Pada prinsipnya Nabi SAW tidak memiliki masalah secara pribadi dengan Yahudi dan Nasrani di Kota Madinah. Bahkan di akhir hayatnya, sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dari Aisyah RA, Nabi SAW masih tercatat hutang gadai dengan salah seorang warga Yahudi di Madinah.

Perilaku Nabi di atas dilandasi firman Allah SWT yang berbunyi: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS al-Mumtahanah: 8)

Kedua, Baginda Nabi menunjukkan teladannya sebagai Nabi penyayang dengan menjenguk anak Yahudi tersebut sesaat setelah beliau mengetahui berita tentang sakitnya. Nabi SAW duduk mendekati kepala anak tersebut seraya mengajaknya untuk bersyahadat. Meski sudah baligh, anak tersebut sempat ragu dan menoleh ke ayahnya. Hidayah itu pun akhirnya turun setelah sang ayah menasihatinya agar mengikuti Ayah Qasim, sebutan bagi Nabi SAW.

Sang ayah tahu persis kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi SAW karena berita tentang diutusnya Nabi akhir zaman sudah termaktub dalam Tauratnya. Bahkan kaum Yahudi Madinah kerap mengorek-ngorek informasi dari kalangan penduduk asli Madinah, apakah Nabi yang dijanjikan tersebut sudah diutus atau belum? Namun sayangnya, ketika Nabi datang (hijrah) ke Madinah, mayoritas mereka mengingkarinya sebagaimana yang direkam dalam Alqur’an: “Dan setelah datang kepada mereka (Yahudi) al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu” (QS al-Baqarah: 89)

Ketiga, dan ini yang terpenting, yaitu ucapan Nabi setelah anak tersebut bersyahahat “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka”. Ucapan ini menunjukkan jika anak tersebut tetap dalam keyahudiyannya—setelah sampai kepadanya dakwah Nabi (Islam)—hingga kematiannya, maka dia akan masuk neraka.

Hal ini menegaskan eksklusivitas Islam. Artinya, seorang Muslim harus meyakini kebenaran agamanya dan hanya mereka yang memeluknya yang dijamin keselamatannya di akhirat kelak.

Eksklusivitas Islam ini sejalan dengan sabda Nabi SAW yang lain: “Demi Dzat (Allah) yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, tidak seorang pun di kalangan umat (manusia) ini yang sudah mendengarku (dakwahku), baik Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan (dakwah) yang aku diutus untuknya, maka dia termasuk penghuni neraka” (HR Muslim).

Ketika menjelaskan hadis di atas, Imam al-Nawawy mengatakan bahwa: “Hadis ini menunjukkan bahwa (syariat) agama-agama sebelum Islam terhapus dengan datangnya risalah (syariat) yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Artinya tidak ada keselamatan bagi mereka yang tetap dengan agamanya ketika sampai kepadanya dakwah agama Islam.

Kendati bersifat eksklusif, Islam tidak pernah dan tidak akan pernah memaksa siapa pun untuk bernaung di bawah cahayanya (memeluknya). Karena beragama dalam Islam merupakan masalah pilihan, ketulusan dan keikhlasan, bukan paksaan. Namun bukan berarti tugas dakwah (menyampaikan agama Islam) berhenti, melainkan harus terus berjalan sampai kapan pun dengan cara damai –sebagaimana tuntunan al-Qur’an- yang sarat dengan hikmah, nasihat yang baik (mauidhah hasanah) dan pengutaraan argumentasi yang logis, sebagaimana yang telah digariskan dalam al-Qur’an:“Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS al-Nahl: 125).

Berangkat dari prinsip al-Qur’an bahwa“Tidak ada paksaan dalam (memeluk) agama, karena sudah jela yang benar dari yang sesat” (QS al-Baqarah: 256), maka timbullah makna toleransi dalam Islam yang berarti mengakui keberadaan agama lain, bukan kebenarannya.

Jadi, Islam mengakui adanya pluralitas (kemajemukan) dalam agama, tapi tidak mengakui pluralisme agama yakni paham yang menganggap semua agama benar.

Islam juga menolak inklusivisme agama yakni paham yang meyakini adanya kesalamatan bagi agama lain selain agama Islam, karena agama yang benar di sisi Allah adalah Islam, Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW yang menyempurnakan agama (Islam) nabi-nabi sebelumnya, sebagaimana bunyi ayat 3 al-Mâ`idah yang turun di saat Rasulullah SAW haji Wada’. []

Tags: Islam
Share52Tweet33Send
Previous Post

Muhasabah (Bagian 2)

Next Post

IKPM Gelar Pelatihan Ilmu Falak bagi Takmir Masjid Se-Ponorogo

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result