pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Hadis

Adab terhadap Lingkungan

Oleh Moh In’ami, Dosen UIN Sunan Kudus

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
23 March 2026
in Hadis
0
Adab terhadap Lingkungan

Foto: Lensametro.com

“Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur benih, lalu darinya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.” (HR Al-Bukhari).

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap perbuatan yang memberikan manfaat bagi makhluk hidup memiliki nilai sedekah di sisi Allah SWT, meskipun pelakunya tidak secara langsung berniat memberikan sedekah kepada pihak tertentu. Dengan demikian, Islam menanamkan pemahaman bahwa amal kebajikan tidak selalu bersifat langsung atau instan, namun dapat terwujud melalui tindakan-tindakan sederhana yang manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.

Menjaga dan merawat lingkungan hidup merupakan bagian integral dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam (Pudjiastuti SR, 2025). Lingkungan dipahami sebagai ruang tempat manusia menjalani kehidupan dan bagian dari ciptaan Allah SWT yang memiliki nilai dan fungsi tertentu dalam tatanan kehidupan. Oleh karena itu, sikap tanggung jawab terhadap alam merupakan manifestasi dari keimanan seorang Muslim dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki amanah untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam, sebagaimana disinyalir dalam Surat Al-A‘raf ayat 56: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”

BACA JUGA

Hijrah dan Spirit Perubahan

Eksklusivitas Islam

Urgensi Lembaga Pendidikan Islam (Bagian 1)

Membangun Peradaban Ilmu Perspektif Hadits

Ketika Ulama Wafat

Dalam perspektif Islam, setiap perbuatan baik yang memberikan manfaat bagi makhluk lain dikategorikan sebagai amal shalih. Prinsip ini mencakup berbagai aktivitas sederhana, seperti menanam pohon, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun kerap dianggap sebagai tindakan kecil, Islam memandang perbuatan-perbuatan tersebut memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman-Nya: “Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS Az-Zalzalah/ 99: 7).

Hadis Nabi SAW tersebut juga menegaskan bahwa sedekah, dalam Islam, tidak terbatas pada ٌ pemberian harta, namun mencakup segala bentuk tindakan yang menghadirkan kemaslahatan dan manfaat berkelanjutan. Menanam pohon, misalnya, dapat memberikan hasil berupa buah, keteduhan, serta kualitas udara yang lebih baik dalam jangka waktu yang panjang. Selama manfaat tersebut terus dirasakan oleh makhluk lain, pahala sedekah akan terus mengalir kepada orang yang menanamnya. Konsep ini sejalan dengan ajaran Islam tentang amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya tidak terputus meskipun pelakunya telah meninggal dunia.

Dalam konteks kehidupan modern, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti menanam pohon di sekitar tempat tinggal, merawat tanaman, mengurangi produksi sampah, serta menjaga kebersihan ruang publik. Seluruh tindakan tersebut, apabila dilandasi niat ibadah kepada Allah, dapat bernilai sedekah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Bersikap Produktif

Islam secara tegas melarang segala bentuk perusakan alam karena lingkungan merupakan bagian dari ciptaan Allah yang diciptakan dengan fungsi, tujuan, dan keseimbangan tertentu. Alam tidak diciptakan secara sia-sia, melainkan untuk menopang keberlangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk lainnya. Setiap unsur alam saling terkait dalam suatu sistem yang harmonis. Ketika keseimbangan tersebut dirusak, dampaknya dirasakan oleh lingkungan dan manusia dalam jangka panjang, seperti meningkatnya frekuensi bencana alam, krisis air bersih, serta kerusakan ekosistem. Larangan merusak alam ini ditegaskan dalam firman Allah: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya” (QS. Al-A‘raf [7]: 56).

Larangan perusakan lingkungan, dalam Islam, berkaitan erat dengan konsep amanah. Manusia diberi kepercayaan oleh Allah sebagai khalifah di bumi untuk mengelola dan memelihara alam dengan penuh tanggung jawab, bukan mengeksploitasinya secara berlebihan demi kepentingan sesaat. Sikap produktif terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah secara bijak, menghemat penggunaan air dan energi, serta merawat dan menanam tanaman. Perilaku perilaku tersebut mencerminkan kesadaran bahwa lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan bersama dan prasyarat bagi keberlangsungan kehidupan.

Manfaat bagi Lingkungan

Dalam perspektif Islam, kualitas keimanan seorang Mukmin tidak semata-mata diukur melalui pelaksanaan ibadah ritual, namun juga tercermin dari sejauh mana kehadirannya memberikan manfaat dan tidak menimbulkan mudarat bagi lingkungan sekitarnya. Rasulullah SAW menggambarkan karakter Mukmin melalui perumpamaan yang erat kaitannya dengan alam. Dalam sebuah hadis disebutkan:  “Perumpamaan orang mukmin itu seperti pohon yang hijau, daunnya tidak gugur dan tidak hancur.” (HR Al-Bukhari)

Perumpamaan ini mengandung makna filosofis yang mendalam, bahwa seorang Mukmin sejati senantiasa berada dalam kondisi produktif, stabil, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan, sebagaimana pohon hijau yang terus tumbuh dan menopang kehidupan di sekitarnya.

Ungkapan “daunnya tidak gugur dan tidak hancur” dalam hadis tersebut menggambarkan keteguhan dan konsistensi seorang Mukmin dalam berbuat kebaikan. Kepedulian terhadap lingkungan tidak bersifat temporer atau reaktif, melainkan menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan hidup. Seorang Mukmin tetap menjaga sikap positif dan kontribusinya meskipun tidak selalu mendapatkan apresiasi atau pengakuan dari manusia. Hal ini mencerminkan keikhlasan dalam beramal, yang dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Dalam konteks kepedulian terhadap lingkungan, karakter Mukmin yang memberi manfaat dapat diwujudkan melalui perilaku ramah lingkungan. Menjaga kebersihan, merawat dan menanam tanaman, tidak merusak alam, serta menggunakan sumberdaya secara bijak merupakan bentuk nyata dari pengamalan iman.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap memberi manfaat bagi lingkungan dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam dan merawat tanaman, serta menjaga fasilitas umum. Meskipun tampak sepele, perbuatan-perbuatan tersebut memiliki nilai yang besar dalam pandangan Islam apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah.

Dengan demikian, hadis tentang Mukmin sebagai pohon hijau memberikan pelajaran penting bahwa keimanan sejati harus tercermin dalam sikap dan perbuatan nyata. Seorang Mukmin menjaga hubungannya dengan Allah (habl min Allah) sekaligus dengan lingkungan dan seluruh ciptaan-Nya (habl min al-‘alam).

Ketika seorang Mukmin mampu menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi alam, maka itulah bukti bahwa keimanannya hidup, kokoh, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan secara menyeluruh. Narasi ini mengajak setiap Muslim untuk melakukan kontemplasi atas peran dirinya di tengah alam ciptaan Allah: apakah kehadirannya sudah membawa manfaat atau justru meninggalkan kerusakan.

Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari iman dan bernilai ibadah, bahkan dapat menjadi sedekah yang pahalanya terus mengalir. Oleh karena itu, langkah konkret yang dapat dilakukan yaitu membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menanam dan merawat tanaman, menjaga kebersihan, mengurangi pemborosan sumberdaya, serta tidak merusak alam.

Dengan niat yang ikhlas karena Allah, tindakan-tindakan sederhana tersebut dapat menjadi amal shalih yang mencerminkan keimanan dan akhlak seorang Mukmin yang benar-benar memberi manfaat bagi seluruh makhluk. []

Tags: AdabLingkungan HidupSedekah
Share16Tweet10Send
Previous Post

Jangan Kecil Hati (Bagian Kedua – Selesai)

Next Post

Indahnya Mudik bagi Diaspora dan Urgensinya dengan Ukhuwah Islamiyah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result