Ngawi, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri menggelar Upacara Pembukaan Rangkaian Acara Peringatan 90 Tahun Gontor dan Seperempat Abad Gontor Putri. Acara bertempat di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (19/8).
Acara pembukaan Peringatan 90 Tahun Gontor tersebut dihadiri Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Syamsul Hadi Abdan, Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu‘allimat al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri Kampus 1–7, serta diikuti santri dan alumni.
Dalam sambutannya, KH Samsul Hadi Abdan mengatakan betapa besarnya karunia Allah yang harus disyukuri selama 25 tahun terakhir ini, khususnya bagi pencapaian yang telah diraih Gontor Putri.
“Sudah sampai umur 25 tahun, ini harus kita syukuri,” papar kiai yang lahir di Gontor, 7 Januari 1944, ini.
Alumnus Kulliyatu-l-Mu’allimin a-Islamiyyah tahun 1969 ini menceritakan, sekitar 30 tahun lalu di lokasi kampus putri ini belum ada apa-apa. Belum ada satu pun bangunan yang berdiri, kecuali rumah-rumah para penunggu sawah.
Menjelang tahun 1990-an, saat kepemimpinan Pondok Modern Gontor sudah beralih kepada generasi kedua, yaitu di bawah kepemimpinan KH Shoiman Lukmanul Hakim, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, dan KH Hasan Abdullah Sahal, pondok terus berkembang.
“Mulanya, di sini didirikan bangunan yang rencananya akan digunakan untuk Fakultas Pertanian Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Akan tetapi, setelah bangunan itu berdiri, Gontor memutuskan untuk menjadikannya pondok putri,” paparnya.
Maka, pada tahun 1991, lanjutnya, dibukalah Pondok Gontor Putri. Sampai sekarang, genaplah pondok itu berusia 25 tahun, sementara Gontor (putra) sendiri sudah memasuki usia 90 tahun.
Pencapaian Gontor Putri selama 25 tahun ini memang luar biasa. Santrinya sudah melebihi 6.000 orang. Padahal, Gontor (induknya) waktu berusia 25 tahun, saat diperingati pada tahun 1951 silam, santrinya baru berjumlah 500 orang.
“Inilah salah satu hal yang harus kita syukuri. Kini, santri Pondok Modern Darussalam Gontor keseluruhan sudah mencapai lebih dari 24.000 orang,” ungkap Ustadz Syamsul mengisahkan asal mula pendirian Gontor Putri.
Kiai berpesan, dengan kesyukuran ini hendaknya generasi selanjutnya terus berpegang teguh pada nilai-nilai Panca Jiwa dan berpedoman pada Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor, serta amanat Trimurti yang tertuang pada Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor di tahun 1958 silam.
“Kini, generasi kedua sudah waktunya mewariskan nilai-nilai pondok kepada generasi selanjutnya sebagaimana yang telah dilakukan generasi pertama kepada generasi kedua. Kami wariskan nilai-nilai warisan Trimurti,” tandasnya. [Ahmad Muhajir/Rus]




















