Tepat pada 1 Dzulqa’dah 1417 H yang bertepatan dengan 10 Maret 1997, pembangunan masjid di Pondok Pesantren Rafah yang dihadiri banyak ulama sepuh nan karismatik dari Jakarta dan Bogor, dimulai. Bagi pendiri, masjid merupakan bangunan pertama yang harus berdiri di Pondok Pesantren Rafah.
Kiai Nasir Zein menganggap masjid sebagai pusat dakwah Islam berikut dengan segala kegiatannya. Proses pembangunan masjid di Pesantren Rafah diselesaikan ‘hanya’ dalam rentang waktu 8 bulan dan diresmikan pada 27 Desember 1997.
Sekitar seribu orang menghadiri peletakan batu pertama pembangunan masjid Pesantren Rafah. Sejumlah ulama yang hadir, antara lain: KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, KH Abdurrahman Nawi, KH Zainal Abidin Pagentongan, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, Habib Husein Ali Al-Athas, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor saat itu KH Sanusi Azhari.
Pimpinan Pondok Pesantren Rafah, KH Nasir Zein, menjelaskan bahwa pesantren Rafah merupakan pesantren dengan trilogi pendidikan dan heksa jiwa. Trilogi pendidikan yang dimaksud yaitu sekolah, rumah dan lingkungan.
“Pondok Pesantren dengan trilogi pendidikan: rumah, sekolah, masyarakat yang memiliki heksa jiwa: keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwwah islamiyah, kebebasan dan taat kepada kiai,” ungkap Kiai Nasir Zein dalam Profil Singkat Pondok Pesantren Rafah Putri di laman YouTube, Rafah Tv.
Direktur TMI Pesantren Rafah, Ustadz Eris Rismatulloh Ms, mengatakan bahwa Pesantren Rafah menerapkan kurikulum muallimin dengan tahfidzul Qur’an dan dididik selama 24 jam. “Bukan hanya pada jam masuk kelas pada pagi dan siang hari, akan tetapi sampai malam hari,” ujar Ustadz Eris kepada Majalah Gontor.
Dalam prosesnya, lembaga pendidikan pertama yang didirikan oleh Pesantren Rafah yaitu Taman Pendidikan Qur’an atau TPQ. Dari 100 orang santri dengan tiga pengajar TPQ pada tahun 1999, maka pada tahun 2025, jumlah santri Pesantren Rafah telah mencapai 527 santri yang bermukim.
“Jumlah santri di Pondok Pesantren Rafah saat ini, dari kelas 1 sampai 6, ada 346 santri. Dengan santriyah yang bermukim di Pondok Pesantren Rafah Putri dengan kampus yang terpisah sejumlah 181 santriyah, maka total saat ini ada 527 santri yang bermukim di Pondok ini,” papar Ustadz Eris.
Sejak pendirian TPQ pada tahun 1999, satuan pendidikan di Pesantren Rafah terus berkembang. Pada Juli 1999, Pesantren Rafah membuka Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) dengan 39 santri dan 10 orang guru. Pada tahun 2009, Pesantren Rafah menggunakan sistem muallimin, Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI), hingga saat ini.
“Pada tahun ajaran 2009-2010, dimulailah kurikulum TMI (Tarbiyatul Muallimin Al Islamiyah), sehingga pada hari Jumat, 31 September 2016, Pondok Pesantren Rafah mendapatkan SK Muadalah Mualliminnya di Pondok Modern Darussalam Gontor,” kata Ustadz Eris berkisah tentang penerimaan SK Muadalah Pesantren Rafah tepat pada peringatan 90 tahun usia Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
Pesantren Rafah berusaha merealisasikan visi dan misi pendidikannya dengan menggabungkan program tahfidz Al-Qur’an dengan kurikulum muadalah muallimin. “Pesantren Rafah mempunyai program istimewa yakni menggabungkan program tahfidz Al Qur’an dengan kurikulum muadalah muallimin,” sambung alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2003 tersebut.
“Pondok Pesantren Rafah dengan kurikulum Pesantren Muadalah Muallimin yang tergabung dalam Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dengan bermakmum kepada Gontor dalam segala kegiatannya, dengan program Tahfidzul Qur’an yang menjadi salah satu kurikulum intinya,” tambah pria kelahiran Sukabumi tersebut.
Adapun santri-santri yang bermukim di Pondok Pesantren Rafah saat ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan yang terbanyak berasal dari wilayah Jabodetabek. Selain Pulau Jawa, santri Rafah juga berasal dari Sumatera (seperti Lampung, Palembang, Padang dan Bengkulu), Kalimantan hingga Papua.
Pesantren Rafah memiliki sejumlah sarana, prasarana dan fasilitas penunjang pendidikan yang memadai, seperti: Masjid Jami, Gedung Serbaguna, Asrama, Gedung Kelas, Laboratorium, Sentral Komputer, Gedung Penerimaan Tamu, Kantin, Klinik, Markaz Tahfidz, Lapangan Basket, Lapangan Futsal, Lapangan Sepak Bola, Kolam Renang, Dapur sekaligus Ruang Makan.
“Alhamdulillah Pondok Pesantren Rafah memiliki beberapa sarana untuk penunjang pendidikan,” ujar Ustadz Eris.
Pesantren Rafah juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler bagi para santri. Sebut saja latihan keorganisasian santri OSPERA (Organisasi Santri Pesantren Rafah), kursus bahasa Arab dan Inggris, kursus Pidato, Seni Hadrah, Marawis, Melukis, Kaligrafi Arab, Handy Craft, Pertamanan, Teater, Basket, Sepak Bola, Futsal, Voli, Badminton, Tenis Meja, Renang, Berkuda, Memanah dan lain-lain.
Pesantren Rafah Putri
Pada 22 Juni 2021, Pesantren Rafah mengambil peran untuk juga mendidik generasi wanita Muslimah dengan diresmikannya Pesantren Rafah Putri. Hadir dalam peresmian Pesantren Rafah Putri tersebut, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.
“Pondok Pesantren Rafah Putri membentuk intelektualitas santriyah dengan kegiatan At-Tarbiyah wat Ta’lim yang mengusung program Tarbiyatul Mu’allimat Al-Islamiyah yang memadukan antara pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum secara seimbang untuk program reguler bagi lulusan madrasah ibtidaiyah dan program intensif bagi lulusan madrasah tsanawiyah,” ujar Direktur TMI Pesantren Rafah Putri, Ustadzah Ebira Hasanatina MA, dalam laman YouTube Rafah Tv.
Beberapa prestasi yang pernah diraih Pesantren Rafah yaitu mendapatkan status Muadalah dari Universitas Islam Madinah pada tahun 2010, mendapatkan Muadalah Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2016, meraih Juara 2 Lomba Eco Pontren se Kabupaten Bogor pada tahun 2018.
“Mengikuti berbagai perlombaan Fathul Kitab tingkat kabupaten, mengikuti berbagai perlombaan Pramuka di beberapa pesantren, dan lain-lain,” ucap Ustadz Eris.
Kehadiran Pesantren Rafah juga memberikan dampak penting bagi masyarakat sekitar, terutama di bidang keislaman. Keberadaan TPQ Rafah misalnya, sejak tahun 1999 telah mendidik anak-anak di sekitar pondok. Pun dengan kehadirian majelis taklim yang dihadiri lebih kurang 1000 orang dari berbagai daerah sekitar pesantren tiap pekan.
“Pesantren juga menjadi jembatan penyaluran bantuan sosial dari banyak muhsinin. (Pada momentum Idul Adha) pesantren juga rutin menyalurkan daging kurban langsung ke masyarakat,” papar pria yang pernah mengabdi sebagai staf administrasi Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
Tak ayal, pesantren Rafah mampu memperkenalkan sistem pendidikannya secara masif. Pesantren Rafah juga menjadikan kader dari masyarakat sekitar, bahkan sejak mereka menjadi santri TPQ, sebagai sarana pengenalan sistem pesantren. Pun juga pengenalan langsung melalui jamaah majelis taklim yang juga berasal dari warga sekitar pesantren.
Dalam beberapa tahun ke depan, Pesantren Rafah yang saat ini mengelola kurang lebih 13 hektar lahan juga berencana untuk membebaskan tanah yang diperuntukkan bagi pendirian Perguruan Tinggi.
“Dalam waktu yang sama, pembangunan Pondok Pesantren Rafah Putri terus berlanjut, mengingat masih tebatasnya fasilitas di kampus Putri yang baru berjalan di tahun keempat,” tutup Ustadz Eris. [] Mohamad Deny Irawan























