Bogor, Gontornews – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Madinah merupakan kota terbaik yang layak dijadikan contoh bagi Indonesia. Madinah mampu membuktikan dirinya sebagai negara yang rukun dan mampu mempersatukan etnis serta menjaga kerukunan lintas agama.
“Kita harus mampu membangun Madinah-Madinah baru, membangun masyarakat Indonesia yang damai, adil, dan makmur. Sebagaimana telah diriwayatkan masyarakat yang madani terutama kota Madinah, kota yang sangat maju di zamannya, adalah bukti nyata dari Islam yang rahmatan lil ’alamin,” kata Presiden Jokowi saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439H/2017M di Istana Bogor, Kamis (30/11) malam sebagaimana dilansir kemenag.go.id.
“Madinah adalah bukti kerukunan dan kesatuan lintas etnis, kerukunan lintas agama yang juga antar kelompok pendatang (Muhajirin) dengan kelompok penolong (Anshar),” lanjutnya.
Salah satu komponen terpenting kesuksesan Madinah adalah Piagam Madinah. Menurutnya, Piagam Madinah memberikan terobosan besar dalam hal toleransi, persaudaraan, pembuktian atas keadilan, penghormatan, penegakan hukum serta sistem ekonomi berkeadilan yang mengedepankan kesejahteraan bersama.
“Tugas kita adalah melanjutkan misi kenabian tersebut menjadi nyata, misi Islam yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga, kita berusaha melanjutkan misi kenabian yang rahmatan lil ‘alamin, yang berkomitmen dan bekerja keras memperkuat ukhuwah Islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita, ukhuwah insaniyah kita, dan ukhuwah basyariah kita.”
“Kita harus mengajari anak-anak kita untuk meneladani Rasulullah yang uswatun hasanah, yang berwatak mulia, yang lemah lembut, yang jujur, santun, amanah, yang selalu menyampaikan kebenaran . Mari kita sama-sama berlaku adil, menghormati hak orang lain, menghormati hukum.”
“Semoga momentum Maulid Nabi tahun 1439H/2017M ini jadi pintu Indonesia bergerak maju menjadi negeri yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” tutup Presiden.
Dalam peringatan Maulid kali ini, Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan hadir sebagai penceramah dengan tema Moderasi Dakwah Nabi Muhammad SAW dalam mewujudkan Harmoni Kehidupan. [Mohamad Deny Irawan]





















