Nadung, Gontornews — Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Teddy Hidayat, mengatakan miras oplosan yang sedang marak saat ini memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satu dampaknya adalah kerusakan fungsi saraf secara permanen.
“Misalnya saja setelah meminum oplosan, mata menjadi buta, maka kebutaannya akan permanen selama hidup. Kalau kenanya di otak, ya tidak akan berfungsi salah satu syaraf di otak,” jelas Teddy seperti dikutip laman Aktual.com
Ia menambahkan, kerusakan fatal akan terjadi ketika keracunannya lebih hebat, dan hal tersebut bisa berakibat kematian.
Alkohol yang terkandung dalam minuman keras berjenis etanol yang biasa digunakan dalam campuran minuman beralkohol murni. Namun menurutnya, miras oplosan yang banyak ditemukan di Cicalengka, Jawa Barat mengandung alkohol jenis metanol.
“Metanol inilah yang menyebabkan kerusakan fungsi syaraf apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia,” lanjutnya.
Teddy menjelaskan, masyarakat yang nekat menenggak minuman keras oplosan sebenarnya telah mengetahui dampak bahaya bagi kesehatan mereka.
“Mereka seolah menginginkan sebuah pengakuan atau mencari sensasi atas dirinya, tanpa memedulikan nyawa,” katanya.
Ia melanjutkan bahwa masalah miras oplosan bukanlah hal baru di Indonesia, namun sudah ada sejak dulu dan banyak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Namun, Kasus miras oplosan yang sekarang baru menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan setelah muncul korban.
Untuk memutus rantai kematian tersebut, Teddy menyarankan agar mengubah cara pandang masyarakat akan perilaku berisiko dari miras oplosan. Setelah teredukasi, maka langkah selanjutnya dengan melakukan penertiban terhadap penjual miras tanpa izin disamping pengawasan ketat dari aparat setempat.
“Hal yang melatarbelakangi seseorang meminum ini yang harus ditanggulangi dan penyebabnya ini yang harus ditanggulangi. Bukan setelah ia meminumnya, ya terlambat,” tutupnya.
[Devi Lusianawati]
Sumber foto Republik





















