Singapura, Gontornews — Pusat Meteorologi Khusus untuk ASEAN (ASEAN Specialised Meteorogical Centre/ASMC) memperingatkan negara-negara Asia Tenggara untuk mewaspadai risiko kabut asap yang lebih tinggi antara Juni hingga Oktober 2023 mendatang. Peringatan ini muncul seiring dengan dimulainya musim kemarau panjang di Asia Tenggara sebelah Selatan dalam periode tersebut.
“Cuaca kering secara terus menerus telah diamati di sebagian besar wilayah Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand Selatan dalam beberapa hari terakhir karena angin basah monsun bergerak ke utara khatulistiwa,” kata ASMC dalam keterangan yang dikutip Channel News Asia.
“Dengan kemungkinan besar kondisi El Nino berkembang dalam beberapa bulan mendatang, musim kemarau diperkirakan akan lebih intens dan berkepanjangan dibandingkan dalam beberapa tahun terakhir dan akan berlanjut hingga Oktober 2023,” sambung keterangan resmi tersebut.
Dalam pantauannya, ASMC mencatat ada 14 hotspot yang terdeteksi di kawasan Asia Tenggara bagian Selatan pada 27 Mei dan 13 hotspot pada 28 Mei. Beberapa gumpalan asap lokal juga terdeteksi di beberapa bagian wilayah pada beberapa hari di bulan Mei meski belum ada kabut asap yang melintasi batas wilayah negara.
Selain angin monsun kering, ASMC juga mengamati suhu laut bawah permukaan di Laut Pasifik Timur yang jauh lebih hangat. Temuan ini merupakan tanda awal yang mendukung kondisi Elnino berkembang dalam beberapa bulan ke depan.
Kedua fenomena ini, oleh ASMC, akan mendorong kondisi yang lebih kering dan hangat bagi banyak wilayah di kawasan ASEAN sebelah selatan.
“Langkah pencegahan dan mitigasi dini disarankan untuk mencegah terjadinya kebakaran dan kabut asap lintas batas di wilayah tersebut,” tutup ASMC. [Mohamad Deny Irawan]






















