Bukittinggi, Gontornews — Sumatera Barat banyak melahirkan tokoh besar yang ada di negeri ini, seperti Tuanku Imam Bonjol, M Hatta, Buya Hamka, Muhammad Natsir, Agus Salim, Rasuna Said, Mahmoed Yunus, dan masih banyak tokoh besar lainnya yang merupakan inspirasi bagi Indonesia.
Selain melahirkan tokoh-tokoh hebat, Sumatera Barat juga mempunyai berbagai wisata sejarah yang layak dikunjungi bersama keluarga. Berikut tempat wisata sejarah yang ada di Sumatera Barat.
- Jam Gadang
Jam Gadang merupakan ikon Kota Bukittinggi, Padang Sumatera Barat, bangunan ini memiliki nilai sejarah yang cukup kental dan merupakan saksi bisu proses menuju kemerdekaan Indonesia.
Sekilas Jam Gadang yang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat ini mirip seperti menara Big Ben yang ada di Westminister, London, Inggris. Padahal tidak ada sejarah yang berkaitan dengan kedua bangunan ini.
Jam Gadang ini dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker yang merupakan Sekretaris atau controleur Fort De Kock pada saat itu (sekarang Kota Bukittinggi). Bangunan ini diarsiteki oleh Yazin Sutan Gigi Ameh.
- Istano Basa Pagaruyung
Istano Basa Pagaruyung berada di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bangunan ini merupakan replika dari bangunan istana kerajaan lama yang telah tiada akibat kericuhan pada abad 19 silam. Bangunan ini dibangun sebagai wujud dari harga diri rakyat Sumatera Barat.
Istana Basa Pagaruyung dulunya merupakan tempat tinggal keluarga Kerajaan Minangkabau dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Minangkabau pada saat itu. Jarak tempuh dari Kota Bukittinggi lebih kurang 35 kilometer.
- Museum Adityawarman
Museum budaya kebanggaan warga Sumatera Barat ini terletak di jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kota Padang. Museum ini mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977. Nama Adityawarman adalah nama salah seorang Raja Malayaputra pada abad ke – 14. Museum ini memiliki julukan sebagai Taman Mini ala Sumatera Barat.
Di museum ini terdapat 6000 koleksi peninggalan sejarah yang bisa kamu temui. Diantara koleksi – koleksi tersebut terdapat pernak pernik, busana, instrumen musik, benda – benda prasejarah dan banyak yang lainnya.
- Tugu Gempa Padang
Padang pernah dilanda gempa bumi besar pada tahun 2009 lalu, lebih tepatnya melanda sebagian Sumatera Barat. Total lebih dari 1.000 nyawa menjadi korban atas peristiwa gempa 7,9 SR. Untuk mengenang kejadian memilukan tersebut, pemerintah mendirikan Museum Gempa dan Tugu Gempa Padang.
Tugu tersebut adalah lambang kesedihan, yang ditegaskan dengan gambar dua mata menangis. Di bawah batu marmer batu tersebut juga terdapat relief tentang kejadian tersebut. Jika Anda berkunjung, jangan lupa masuk juga ke museumnya untuk mengetahui gambaran situasi saat itu.
- Monumen Bung Hatta
Taman Monumen Bung Hatta Bukittinggi beralamat di Benteng Ps. Atas, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Area taman ini cukup luas. Yaitu, membentang di sepanjang Jl. Jam Gadang dan melebar ke arah bawah, sampai pertigaan Jl. H. Agus Salim.
Di taman ini terdapat bukit kecil dengan patung Bung Hatta pada bagian puncaknya. Patung perunggu dengan peci dan kacamata khas Bung Hatta ini, tampak berdiri tegap dengan kepala sedikit merunduk dan tangan terangkat ke atas. Seulas senyum terukir di wajahnya, seakan hendak menyapa ramah para pengunjung yang berlalu-lalang.
Selain peci dan kacamata, model baju dan celana pada patung tersebut juga sama persis seperti aslinya. Pada bagian bawah patung, kamu dapat menemukan plat logam di atas keramik hitam yang bertuliskan “Taman Monumen Bung Hatta Bukittinggi”. Logam pada keramik hitam ini merupakan gambaran kegigihan tekad Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
- Gunung Pangilun
Gunung Pangilun sebagai lokasi wisata sejarah baru di Kota Bengkoang. Karena di sana banyak peninggalan sejarah penjajahan Belanda maupun Jepang. Setidaknya di Gunung Pangilun ada puluhan lobang yang dijadikan tempat persembunyian atau lokasi peletakan meriam oleh pasukan Jepang pada masa penjajahan itu.
Sayangnya, keadaan lobang yang ada di lokasi itu masih belum terawat dan dipenuhi dengan tumbuhan liar serta binatang liar. Pihak pemerintah setempat akan membersihkan lokasi itu dan ini akan menjadi ikon baru di Kota Padang untuk meningkatkan pariwisata.
- Lobang Jepang
Situs lobang Jepang berada di Bukittinggi, lubang yang lebih cocok disebut bunker ini dibangun orang Indonesia melalui kerja paksa atau romusha, untuk dijadikan pusat pertahanan tentara Jepang. Proses pengerukan tanah dimulai sejak 1944 atau 2 tahun 8 bulan, lobang sepanjang kurang lebih 6,5km ini berhasil diselesaikan. Kini setelah Indonesia merdeka, Lobang Jepang menjadi destinasi wisata favorit di Sumatera Barat.
Panjang asli lobang ini saat pertama kali ditemukan adalah 6,5 km. Tetapi yang dibuka untuk publik sebagai destinasi wisata hanya 1,5km saja. Cukup banyak yang tewas saat membangun Lobang Jepang ini.
Lubang bawah tanah ini memiliki panjang sekitar 1.470m dan berjarak 40 m di bawah Ngarai Sianok. Terdapat 21 terowongan di dalam bunker. Bunker tersebut dulunya digunakan untuk menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang makan, dapur, ruang sidang, ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan lubang-lubang kecil untuk melarikan diri.
- Kota Tua di Jembatan Siti Nurbaya
Jembatan ini tak kalah populer dengan jembatan Ampera, bernama jembatan Siti Nurbaya. Jembatan ini membentang di atas Muara Batang Arau yang menghubungkan antara Taman Siti Nurbaya dan Kota Tua. Panjangnya memang hanya 156 meter, tetapi kisahnya begitu melegenda.
Kabarnya tempat ini adalah lokasi pemakaman dari sosok Siti Nurbaya yang sangat populer di dunia sastra Indonesia. Tetapi Anda mungkin akan lebih suka dengan pemandangannya, karena dari sini bisa melihat Kota Tua dari atas jembatan. [Fath]






















