Kuala Lumpur, Gontornews — Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, Selasa (12/1/2021), mengumumkan peningkatan status darurat Covid-19. Peningkatan status ini merupakan permintaan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin seiring dengan meningkatknya angka penyebaran Covid-19.
Peningkatan status darurat ini akan memberikan Perdana Menteri dan kabinet kewenangan yang luar biasa termasuk penerbitan aturan tanpa persetujuan parlemen.
Namun, belum jelas bagaimana status darurat ini mempengaruhi aktifitas keseharian masyarakat Malaysia. Melalui peningkatan status darurat ini, konstitusi mengizinkan penangguhan kegiatan parlemen. Indeks harga saham Malaysia pun turun sebanyak 1,3 Persen tidak lama setelah pengumuman status darurat Covid-19 tersiar.
Sebagai informasi, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin tengah berada pada posisi genting sejak berkuasa pada Maret 2020. Tipisnya dukungan parlemen membuat beberapa partai koalisi mayoritas menyerukan mundur kepada Muhyiddin atau menyerukan pemilihan lebih awal. Dengan peningkatan status darurat ini, membuat tekanan parlemen terhadap Muhyiddin berkurang.
Meski demikian, Istana menolak argumen tersebut. Istana menyebut Muhyiddin meminta peningkatan status darurat untuk memberlakukan tindakan proaktif guna mengekang Covid-19.
Reuters melansir bahwa pemberlakukan status darurat ini akan berlaku hingga 1 Agustus mendatang atau lebih awal tergantung perkembangan situasi Covid-19 di Malaysia.
“Al-Sultan Abdullah berpendapat bahwa penyebaran Covid-19 berada pada tahap kritis dan merasa perlu mengumumkan proklamasi darurat,” kata pernyataan Istana.
Sebelumnya, Raja Malaysia sudah menolak permintaan status darurat dari Muhyiddin pada bulan Oktober. Para pemimpin oposisi lantas mengkritik kebijakan tersebut sebagi bagian langkah untuk mempertahankan kekuasaan.
Pada Senin (11/1/2021), PM Muhyiddin memberlakukan larangan perjalanan nasional dan penguncian wilayah selama 14 hari bagi Kuala Lumpur dan lima negara bagian lain.
Terbaru, Malaysia melaporkan rekor peningkatan kasus infeksi Covid-19 pekan lalu dengan penambahan 3.000 kasus untuk pertama kalinya. Secara total, Malaysia mengonfirmasi 138.000 kasus dengan 55 kematian akibat Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]





















