Jakarta, Gontornews –- Rapat kerja nasional (Rakernas) Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDWH) resmi ditutup, Jum’at (23/2), dan menghasilkan 6 rekomendasi. Dilansir dari Nu Online, salah satu rekomendasi Rakernas yang diadakan di Asrama Haji Pondok Gede tersebut adalah menjaga kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Enam rekomendasi yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi, yaitu:
- Islam dan kebangsaan tidak bertentangan. Sejarah mencatat kombinasi Islam dan kebangsaan menjadi kekuatan fundamental dalam upaya melawan kolonialisme. Islam dan kebangsaan justru memperkokoh persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathoniyah) dan semangat cinta tanah air (hubbul wathon) dalam memproteksi keutuhan NKRI.
- Sinergi ulama dan Umara harus terus ditingkatkan. Karena keduanya punya domain strategis dalam upaya membangun bangsa. Jika Umara’ memiliki tanggungjawab mewujudkan kesejahteraan umat, maka para ulama bertanggungjawab membangun moralitas umat.
- Kaum islamis dan nasionalis harus bersatu membangun bangsa. Karena membangun bangsa bukan hanya tanggungjawab satu pihak, namun diperlukan sinergi antar-seluruh elemen bangsa.
- Kesenjangan antara kaya dan miskin harus dipersempit. Karena itu, MDHW mendorong terwujudnya kesejahteraan yang merata melalui gerakan pemberdayaan ekonomi umat.
- Ulama harus bersatu, apapun aliran dan kelompoknya. Para ulama harus memiliki orientasi kebangsaan yang kuat. Karena ulama adalah ujung tombak persatuan umat.
- Pendidikan pesantren harus mendapat perhatian yang sama dengan pendidikan umum lainnya. MDHW mendorong kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan kualitas pendidikan pesantren. Karena pesantren adalah tempat bersemai dan tumbuhnya pendidikan karakter bangsa sejak dini. [Mohamad Deny Irawan]




















