Palu, Gontornews – Pascagempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang kota Palu dan sekitarnya memberikan dampak kerusakan yang sangat luas. SATGAS Gempa Palu dari Wahdah Islamiyah, yang berpusat di KOREM 132/ Tadulako, mencatat total korban meninggal dunia mencapai 1.558 jiwa, korban luka-luka 2.549 jiwa, korban hilang 113 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa, rumah rusak berjumlah 65.733 buah, dan total pengungsi berjumlah 70.821 jiwa.
Lebih lanjut, relawan Wahdah Islamiyah melaporkan bahwa pergerakan tanah di salah satu lokasi terparah di Balaroa terus menunjukkan aktivitasnya.
“Ketika kami, tim SAR Wahdah Peduli melakukan kegiatan pencarian korban sehari setelah gempa, jalan raya yang masih utuh ini hanya mengalami keretakan kecil, namun hari ini sangat mengejutkan karena keretakannya bertambah besar,” ungkapnya, Sabtu (6/10), dalam rilis Wahdah Islamiyah yang diterima Gontornews.
Warga di sekitar Balaroa ikut memberikan kesaksian yang membenarkan perkembangan kerusakan yang terjadi. Sudirman (29) menyebutkan, rumahnya tiap hari mengalami pergeseran fondasi, semakin hari semakin membesar.
“Ini pak rumah saya, dindingnya semakin menjauh satu sama lain tiap harinya,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, gempa susulan masih terus terjadi sejak sepekan di Palu dan sekitarnya, yang berakibat pada pergeseran kerusakan rumah dan jalan raya di sekitar lokasi terdampak gempa.
Warga berharap segera ada upaya pemerintah setempat dan unsur lainnya untuk memutus pergerakan kerusakan di lokasi terdampak gempa yang dikhawatirkan akan semakin meluas. [Mohamad Deny Irawan]





















