Sarpol-e Zahab, Gontornews — Suhu udara telah merosot mendekati titik beku di wilayah barat Iran yang terkena gempa. Banyak korban selamat terpaksa tinggal di luar rumah, berkemah pada malam kedua.
Seperti dirilis Aljazeera, Presiden Iran Hassan Rouhani mengunjungi Sarpol-e Zahab, kota paling parah yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,3, Selasa (14/11). Dia berjanji membangun 30.000 rumah untuk korban selamat. Namun masih belum jelas bagaimana pemerintah akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi 70.000 pengungsi.
Rouhani mengatakan, diperkirakan 11 ribu rumah di daerah pedesaan dan 4.500 di kota telah hancur.
Lebih dari 450 orang telah tewas dan 7.000 lainnya luka-luka di Provinsi Kermanshah, Iran, setelah gempa pada hari Ahad. Sedangkan di Irak, setidaknya tujuh orang tewas dan 300 lainnya cedera.
Menurut Weather Channel, temperatur bisa turun sampai 12derajat C semalam dengan angin kencang dan langit yang cerah di Sarpol-e Zahab, yang dikelilingi oleh pegunungan.
Banyak korban selamat kehilangan rumah mereka atau terlalu takut untuk kembali ke tempat tinggal mereka yang rusak karena gempa susulan, memilih berkemah meski cuaca sejuk.
Sejak hari Ahad, lebih dari 230 gempa susulan tercatat di Kermanshah, Kantor Berita Tasnim melaporkan. [Rusdiono Mukri]





















