Ponorogo, Gontornews – Ratusan mahasiswa hadiri dialog kebangsaan: sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula Terpadu Universitas Darussalam Gontor, Jum’at (2/9). Acara yang diselenggarakan hasil kerjasama Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini mengambil tema Peran konstruktif umat islam untuk Indonesia.
Pada peringatan ulang tahun 90 tahun Gontor ini, PMDG menjalin kerjasama dengan dengan MPR-RI. Berkenan sebagai pembicara dalam dialog tersebut, Dr vHidayat Nur Wahid (Wakil ketua MPR-RI), Prof Muhammad Chirzin (cendekiawan muslim) dan Dr Yudi Latif (akademisi).
Dalam sambutannya, Amal Fathullah Zarkyasi, selaku rekor UNIDA, mengaku jika saat ini masyarakat Indonesia harus sadar dan mengerti bahwa kontribusi umat muslim untuk memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan.
“Umat islam itu mayoritas di Indoneisa. Kontribusnya besar dalam memerdekakan Indonesia dan mengisi kemerdekaan Indonesia” ungkap Prof Amal Fathullah Zarkasyi, rektor UNIDA Gontor dalam kata sambutannya.
Lebih lanjut, Amal menyebut kontribusi pesantren dalam mengisi kontribusi kemerdekaan tidak dapat dikesampingkan.
“Bukan saja memperjuangkan kemerdekaan tapi juga mengisi kemerdekaan. Itu lebih penting!” jelas guru besar pertama di lingkungan PMDG tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, MPR mengapresiasi kesediaan PMDG untuk menjadi tuan rumah sosialisasi 4 pilar bangsa ini. Menurut Hidayat Nur Wahid, hal ini diperlukan agar menghilangkan kesalahpahaman tentang pesantren nir kontribusi bagi Indonesia.
“Kemerdekaan indonesia merupakan hasil kontribusi tidak hanya dari proklamator tapi juga dari ulama dan para mujahidin,” ungkap wakil ketua Majelis Permusyawartan Rakyat, Hidayat Nur Wahid.
Selain mahasiswa, hadir juga dalam dialog ini, pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan.
“Kita harus menjadi tuan di negeri kita sendiri. Jangan jadi penonton di negeri sendiri,” pungkas KH Hasan Abdullah Sahal. [Mohamad Deny Irawan/DJ]




















