pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 27 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Lingkungan

Riset: Asia Tenggara Alami Ledakan Populasi 4.000 Tahun Lalu

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
8 years ago
in Lingkungan
0
Riset: Asia Tenggara Alami Ledakan Populasi 4.000 Tahun Lalu

Ilustrasi Kerangka Tengkorak Manusia. (Foto: VOA Indonesia)

Canberra, Gontornews – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Australian National University (ANU) mengungkapkan bahwa telah terjadi ledakan populasi di wilayah Asia Tenggara sejak 4000 tahun yang lalu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sisa-sisa kerangka manusia yang berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Cina dan Vietnam pada Neolitihic Period  dan the Iron Age.

Penelitian yang dipimpin oleh pakar Arkeologi dan Antropologi ANU, Clare McFadden itu menjelaskan terdapatnya pertumbuhan populasi masyarakat yang diikuti dengan transisi pertanian dalam sebuah wilayah.

“Kami melihat pertumbuhan penduduk yang besar terkait dengan transisi pertanian,” kata McFadden sebagaimana dilansir Science Daily.

“Hingga sekitar 4.000 tahun yang lalu, anda hanya memiliki model populasi perkumpulan pemburu yang kemudian anda perkenalkan dan intensifikasi dalam bidang agrikultur,” tambah McFadden.

BACA JUGA

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Fenomena El Nino Berlanjut Hingga Februari 2027

Kemendagri: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pentingnya Pengelolaan Limbah untuk Kelestarian Lingkungan

WMO: Perubahan Iklim ‘Sah’ Ancam Kehidupan Manusia

Padahal, McFadden menambahkan jika perubahan jumlah populasi tidak akan bisa dihitung secara kuantitas sebelum menggunakan model populasi prehistroic yang biasa digunakan di Eropa dan Amerika dirubah. McFadden berdalih ada pendekatan berbeda yang digunakan jika objek penelitiannya adalah masyarakat Asia.

Dalam penelitian berjudul ‘Detection of Temporospatially Localized Growth in Ancient Southeast Asia Using Human Skeletel Remains’ itu, McFadden dan tim menggunakan kerangka anak yang disebutnya tidak pernah dihitung sebagaimana di Eropa dan Amerika karena tingkat kerapuhan dan keringkihan kerangka anak dan bayi.



“Untuk sisa-sia kerangka di Eropa dan Amerika, kami sering melihat tidak adanya bayi dan anak-anak padahal mereka mewakili (populasi di suatu daerah),” jelas McFadden dalam artikel yang diterbitkan oleh Journal of Arcehological Studies (JAS).

“Menjaga kerangka (anak-anak dan bayi) tidak baik karena tulang kecil tidak dapat bertahan dengan baik. Terkadang, anak-anak kerap dimakamkan di tempat yang berbeda dengan pemakaman orang dewasa,”

“Jadi metode yang digunakan para peneliti untuk mengkur populasi tanpa menyertakan kerangka anak-anak tidak memiliki representasi yang akurat,” papar McFadden.

Sebaliknya, di Asia Tenggara dan Pasifik, kerangka anak-anak dan bayi cukup terjaga sehingga keakuratan data yang dikaitkan dengan bukti arkeologi lain di wilayah tersebut dapat dilakukan.

“Di Asia Tenggara dan Pasifik, kami sebenarnya memiliki pelestarian kerangka anak-anak yang cukup bagus,”

“Dari bukti kerangka yang ada di sana, kami melihat populasi besar dari kalangan anak-anak dan bayi dibandingkan populasi orang dewasa. Populasi ini menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan populasi yang meningkat pada suatu waktu namun tidak ada yang mendeteksi pertumbuhan tersebut,” pungkas McFadden. [Mohamad Deny Irawan]

 

Tags: Asia TenggaraAustralian National University (ANU)CinaJournal of Arcehological Studies (JAS).Pertumbuhan PopulasiThailandVietnam
Share18Tweet11Send
Previous Post

AS Salahkan Tentara Myanmar atas Serangan ‘Berskala Besar’ terhadap Rohingya

Next Post

Akselerasi Pelatihan Jurnalistik, 2 Hari Cetak Wartawan

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

26 October 2026
Santri dan Pesantren Punya Peran Strategis di Masyarakat

Santri dan Pesantren Punya Peran Strategis di Masyarakat

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result