Los Angeles, Gontornews — Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak muda yang menghisap rokok elektronik dengan rasa manis dan buah memiliki risiko ketagihan lebih berat. Akibatnya, penggunaan rokok elektronik ataupun vape mengancam pemuda yang sebenarnya ingin lepas dari tembakau.
“Sementara ini, banyak anak muda yang mencoba rokok elektronik tidak semua menjadi pengguna biasa. Remaja yang menggunakan vape untu bereksperimen mungkin akan melanjutkan vape dengan lebih berat,” kata ketua tim peneliti dari Keck School of Medicine USC, Adam Leventhal, sebagaimana dilansir Scitech Daily.
“Terlepas dari apakah anak-anak terus menghisap uap itu penting. Semakin lama dan semakin sering anda melakukan vape, semakin anda terpapar racun dalam aerosol rokok elektronik atau menempatkan diri anda pada risiko kecanduan nikotin,” jelas Leventhal menambahkan.
Dalam penelitian ini, Leventhal melibatkan 478 remaja di Los Angeles yang menghirup uap rokok elektronik. Para peneliti akan memantaunya dalam 6 bulan ke depan.
Hasilnya, remaja yang menghisap rokok elektronik dengan rasa buah (64%) masih menghirup uap dari rokok elektronik. Sedangkan para remaja yang menghirup uap rokok elektronik dengan rasa “tembakau” atau menthol mencapai 42 persen.
“Regulasi yang memerangi paparan kaum muda terhadap rokok elektronik beraroma manis bisa membantu kamu muda untuk mencoba rokok namun menghirup rokok elektronik dalam waktu yang panjang.” Ungkap Leventhal.
“Peraturan seperti ini bisa mendorong jutaan remaja Amerika Serikat untuk menggunakan rokok elektronik terutama jika mereka tidak bisa lagi mengakses rokok elektronik dalam jangka panjang,” pungkas Leventhal. [Mohamad Deny Irawan]






















