Malaka, Gontornews — Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih kekurangan dokter spesialis. Direktur RSPP Betun P Frida Pahik mengatakan, saat ini di RSPP Betun baru ada empat dokter spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, bedah, anak, dan syaraf.
“Mereka ditempatkan di sana sejak tahun 2015,” ujarnya sebagaimana dikutip depkes.go.id.
Tahun ini, ia mengajukan penambahan dokter anestesi.
“Kami berterima kasih telah ada penempatan dari Kemenkes untuk Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) mandiri,” lanjut Frida.
RSPP Betun menjadi satu-satunya fasilitas layanan kesehatan rujukan rakyat Republik Indonesia yang berbatasan dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste. Melengkapi jenis layanan di perbatasan menjadi salah satu faktor penguat rasa nasionalisme.
“Indikator di perbatasan adalah kualitas pelayanan agar masyarakat tidak mencari layanan di tempat lain, justru yang dari luar harus ke sini. Rakyat Timor Leste berobat ke sini, berarti rumah sakit ini sudah bagus,” kata Bupati Malaka, dr Stefanus Bria Seran MPH, kepada wartawan, Jumat (5/5).
Kabupaten Malaka merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Belu, NTT. [Rusdiono Mukri]


















