London, Gontornews — Pemerintah Inggris, Rabu (16/12), mencatat hampir 140.000 warga telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 pada pekan pertama. Dalam program vaksinasi kali ini, Inggris menggunakan vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech.
Sejak dua pekan lalu, otoritas farmasi Inggris telah mengeluarkan izin darurat bagi penggunaan vaksin Covid-19. Langkah ini telah menjadikan Inggris sebagai negara pertama yang melakukan vaksinasi di luar uji klinis vaksin Covid-19.
“Awal yang sangat baik untuk program vaksinasi. Sudah 7 hari (berjalan) dan kami telah menyelesaikan di Inggris (sebanyak) 108.000, Wales: 7.897, Irlandia Utara: 4.000, Skotlandia: 18.000. Total Inggris 137.897,” kata anggota parlemen Inggris, Nadhim Zahawi.
“Jumlah ini akan bertambah karena kami sudah mengoperasikan ratusan PCN (Primary Care Networks),” imbuhnya sebagaimana dilansir Reuters.
Secara teknis, seluruh warga Inggris akan menerima dua dosis vaksin dengan jarak masing-masing suntikan selama 21 hari. Oleh karena itu, belum ada warga Inggris yang telah menerima dosis vaksin pertama yang terlindungi sepenuhnya.
Untuk tahap pertama, Pemerintah Inggris menerima 800.000 dosis vaksin Covid-19. Ratusan ribu vaksin Covid-19 itu harus tersimpan dalam ruang pendingin dengan suhu minus 70 derajat Celcius atau lebih rendah. Vaksin dapat disimpan di lemari es selama lima hari setelah dicairkan.
Secara keseluruhan, Inggris telah memesan 40 juta dosis vaksin buatan Pfizer. Menteri Kesehatan Matt Hancock berharap pemerintah akan menerima jutaan dosis vaksin pada akhir tahun 2020. Selain Inggris, Amerika Serikat dan Kanada juga mulai melaksanakan proses vaksinasi pada Senin, 14 Desember 2020. [Mohamad Deny Irawan]
























