Ponorogo, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus bergerak. Wafatnya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Rabu (21/10), mendorong Badan Wakaf untuk melaksanakan sidang luar biasa, Kamis (22/10) malam. Rapat sidang Badan Wakaf luar biasa malam tersebut mengagendakan pelantikan Pimpinan Baru PMDG periode 2020-2025.
Website resmi PMDG, gontor.ac.id, melansir sidang luar biasa Badan Wakaf tersebut dihadiri 12 anggota Badan Wakaf PMDG baik secara offline maupun online. Delapan orang hadir secara fisik sementara 4 orang lainnya hadir secara nonfisik atau online.
Keesokan harinya, Jumat (23/10), secara resmi Badan Wakaf PMDG menyampaikan hasil rapatnya di hadapan guru dan santri PMDG.
Tepat selesai shalat Jumat dan bertempat di Masjid Jami’ Gontor, anggota Badan Wakaf, KH Abdullah Said Baharmus Lc, menyampaikan bahwa sidang Badan Wakaf memutus Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi dan Drs KH Akrim Mariyat sebagai Pimpinan PMDG yang baru. Keduanya, akan memimpin Pondok yang mendidik 33.323 santri dan seluruh cabang Gontor di seluruh Indonesia bersama KH Hasan Abdullah Sahal.
“Pimpinan boleh meninggal, tapi pondok harus tetap hidup,” ungkap KH Abdullah Said Baharmus. Ustadz Baharmus, sapaan akrab santri Gontor, juga mengingatkan peserta yang hadir akan arti penting mempertahankan estafet perjuangan Trimurti pendiri PMDG
Hasil keputusan sidang tersebut menyatakan bahwa Pimpinan PMDG yang baru KH Hasan Abdullah Sahal, Drs KH Akrim Mariyat Dipl AEd dan Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA untuk periode 1442-1447/2020-2025.

Seusai Ustadz Baharmus menyampaikan hasil rapat Badan Wakaf, Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, berkenan menyampaikan sambutan. Kiai Hasan mengingatkan keluarga besar PMDG agar tidak terus-terusan merasa sedih atas wafatnya Kiai Syukri.
“Saya ingatkan kembali, setiap kita ditinggalkan oleh seseorang dari kerabat kita, kita boleh menangis, tapi tidak boleh menangisi, apalagi menangiskan,” ungkap Kiai Hasan.
Kiai Hasan juga menerangkan kembali salah satu falsafah pondok selayaknya kereta api. “Kereta harus tetap berjalan, siapapun masinisnya, dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai, Panca Jiwa, dan Panca Jangka PMDG,” imbuhnya.
Pelantikan tersebut pun disaksikan seluruh jamaah shalat Jumat di Masjid Jami’ PMDG yang terdiri dari dari dewan guru KMI serta para santri. Di tengah-tengah suasana tersebut, hadir pula Prof Dr KH Din Syamsudin MA yang menyempatkan datang ke PMDG di tengah kesibukannya. [Mohamad Deny Irawan]


















