Jakarta, Gontornews — Kerajaan Thai atau yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa aslinya Mueang Thai adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan dan Myanmar dan Laut Andaman di barat.
Dari segi agama yang dianut, terdapat beragam agama di Thailand. Karena, kebebasan beragama diberikan kepada seluruh warga negara Thai. Walaupun agama yang banyak dipraktikan di Thailand adalah Buddha, Islam mampu berkembang cukup cepat dengan posisi kedua paling banyak dianut penduduk negeri Seribu Pagoda ini.
Secara umum warga Muslim di negeri gajah putih menetap di wilayah bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Adalah Provinsi Yala dan Pattani, Narathiwat merupakan tiga provinsi Thailand yang mempunyai jumlah umat Muslim yang besar.
Sekitar 70 – 80 persen Muslim Thailand selain menghuni Provinsi Pattani, Yala, Narathiwat juga di Satun dan Songkhla. Selain itu juga ada yang tersebar di Provinsi Pattalung, Krabi dan Nakorn Srithammarat.
Meski belum ada data pasti yang menjelaskan jumlah umat Islam di negeri gajah putih ini, secara umum komunitas Muslim di negeri yang mayoritas beragama Budha ini terdiri dari etnis Melayu dan Thai Burma.
Adalah etnis Muslim Thai Burma, komunitas Muslim ini sebagian besar tinggal di kawasan utara dan tengah Thailand. Mereka adalah penduduk asli Thailand dan Burma yang pada umumnya menganut agama Islam karena hubungan perkawinan.
Sedangkan etnis Muslim Melayu yang sangat kental dengan budaya Melayu mayoritas mereka menetap di wilayah selatan Thailand. Sehari-harinya etnis Muslim ini menggunakan bahasa Yawi, bahasa asli yang mirip dengan bahasa Melayu. Meski bukan sebagai agama mayoritas, perhatian untuk umat Islam diberikan negara Thailand.
Menurut tokoh agama Islam Pattani, Ismail Ishaq Benjasmith, hubungan antara pemerintah dan umat Islam di Pattani berlangsung baik. Diantaranya pesantren yang mengajarkan agama dan akademik akan diberikan bantuan dari kerajaan. “Sedangkan pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama mendapatkan bantuan dana secara swadaya,”katanya dikutip Antara.com.
Bantuan beasiswa bagi pelajar Muslim yang tidak mampu dan bantuan untuk imam-imam masjid dan guru taman kanak-kanak juga diberikan oleh pemerintah Thailand. Bukan hanya itu kerukunan antar umat beragama juga terjalin cukup baik di sana.
Dikatakan Kepala Kampung Barahom, Pattani, Husein bin Ismail, masyarakat Muslim dan Buddha selalu hormat menghormati. “Tidak ada perbedaan sikap antara kami (umat Islam) dengan umat Budha,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Dedi Sartiwi, mahasiswi asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang pernah mengikuti kuliah kerja nyata di Provinsi Narathiwat, Thailand. “Saya merasakan kekeluargaan di Narathiwat,” kata Dedi dikutip detik (4/9/2019).
Dikatakan Dedi, di Nartahiwat tak ada sikap membedakan antara minoritas dan mayoritas. “Meskipun di sini Islam mayoritas, tetapi sebetulnya Islam minoritas di Thailand. Tetapi saya tidak pernah melihat, mendengar dan merasakan ada perlakuan buruk dari kelompok mayoritas kepada yang minoritas,” katanya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















