pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Sel Sintetis Pengaman Sirkuit Genetik

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
7 January 2017
in Sains
0

 

Oleh Dedi Junaedi

Terapi gen dipercaya akan menjadi solusi masa depan yang andal. Tak hanya untuk mengatasi masalah penyakit dan kesehatan, rekayasa genetik juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aneka benih dan bibit unggul untuk menjawab masalah penyediaan pangan dan energi masa depan.

 

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Untuk itu, satu terobosan telah dirintis  tim perekayasa MIT (Massachussets Institute of Technology). Menjelang akhir tahun 2016, mereka berhasil mengembangkan teknik pembuatan sirkuit genetik untuk mendukung aplikasi terapi gen yang efektif dan aman. Bahkan, para insinyur dari univesitas top di AS itu telah pula mengembangkan cara mengisolasi sirkuit genetik dalam sebuah sel sintetik.

 

Sebelumnya, ada kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Mengingat sirkuit genetik terusun atas sejumlah  komponen genetik aktif, terbuka kemungkinan adanya interaksi antar komponen yang saling mempengaruhi atau dapat mengganggu satu sama lain. Maka, isolasi, terhadap sirkuit atau mesin genetik, diperlukan untuk  mencegah kemungkinnan munculnya gangguan atau cemaran dari luar yang tak diharapkan.

Sel Sintetis

Sel biologi sintetis, menurut  Edward Boyden,  profesor  biologi rekayasa  MIT,  memungkinkan para ilmuwan dapat mengemas  sirkuit-sirkuit genetik aman secara fisik, biologi dan kimia. ‘’Teknik serupa dapat dimanfaatkan untuk pembuatan mesin atau pabrik genetik untuk kepentingan fungsi baru seperti memproduksi obat atau molekul lain yang bermanfaat,’’ jelasnya

Kini, peneliti MIT telah menunjukkan bahwa sirkuit ini dapat diisolasi dalam  sel tunggal sintetik untuk mencegah mereka dari mengganggu satu sama lain. Para peneliti juga dapat mengontrol komunikasi antar sel-sel. Dengan begitu, terbuka juga jalan untuk menyusun rangkaian sirkuit genetik  dan menyambungkannya dengan sistem individu suatu organism hidup.

Teknik isolasi sel sintetis diperlukan untuk untuk pengembangan komponen multigen. ‘’Fungsi utamanya sebagai dinding penghalang untuk mencegah kemungkinan adanya cross-talk antar komponen.  Dengan isolasi, mereka terhalang satu sama lain,’’ tambah Edward Boyden, yang juga juga anggota  Media Lab MIT,  McGovern Institute for Brain Research, dan  HHMI-Simons Faculty Scholar.

Pendekatan ini telah memungkinkan para peneliti untuk merancang sirkuit dengan fungsi spesial. Misalnya,  memproduksi senyawa kompleks tertentu, atau dapat diperankan bertindak sebagai sensor yang merespon perubahan  lingkungan sekitarnya. Lebih jauh, aplikasinya dapat ditingkatkan untuk membuat semacam mesin dan bahkan pabrik genetik untuk solusi alternative bidang kesehatan, pangan dan energi .

Boyden adalah penulis senior dalam makalah yang dirilis jurnal  Nature Chemisty (2016). Dia menulis bersama mahasiswa  postdoc MIT, Kate Adamala, yang kini menjadi asisten profesor di University of Minnesota, serta  Daniel Martin-Alarcon dan  Katriona Guthrie-Honea. Keduanya alumni dan peneliti MIT.

Kendali Sirkuit

Tim MIT mengembangkan sirkuit genetik yang dikemas dalam isolasi   liposom, yang memiliki membran lemak mirip dengan membran sel. Sel-sel sintetis ini sebenarnya tidak hidup, tapi dilengkapi dengan banyak mesin seluler yang diperlukan untuk membaca DNA dan memproduksi protein.

Dengan memisahkan sirkuit dalam liposom mereka sendiri, para peneliti mampu menciptakan sirkuit terpisah yang tidak bisa dijalankan dalam wadah yang sama pada waktu yang sama. Meski begitu,  dapat berjalan secara paralel satu sama lain, berkomunikasi dengan cara dikendalikan. Pendekatan ini juga memungkinkan para ilmuwan  dapat meng-on off-kan atau memanipulasi  fungsi  komponen genetik komponen tertentu,  gen dan faktor transkripsi protein, untuk melakukan tugas yang berbeda dalam jaringan makhluk hidup.

“Jika Anda memisahkan sirkuit menjadi dua liposom yang berbeda, Anda bisa memiliki satu alat melakukan satu pekerjaan dalam satu liposom, dan alat yang sama melakukan pekerjaan berbeda dalam liposom lainnya,” ungkap Martin-Alarcon. “Ini memperluas jumlah fungsi lain dengan  Anda menggunakan  blok bangunan yang sama.”

Pendekatan ini juga memungkinkan komunikasi antara sirkuit dari berbagai jenis organisme, seperti bakteri dan mamalia, dikendalikan sesuai kebutuhannya.

Sebagai ilustrasi, para peneliti menciptakan sebuah sirkuit yang menggunakan bagian genetik bakteri untuk produksi molekul teofilin, obat yang mirip dengan kafein. Adanya molekul ini memicu terbentuknya molekul lain seperti  doxycycline. Pada liposom mamalia, doxycycline ternyata mengaktifkan fungsi genetik yang menghasilkan luciferase, protein yang menghasilkan cahaya.

Pabrik Material

Menggunakan versi sirkuit yang telah dimodifikasi,  ilmuwan MIT bisa membuat sirkuit genetik untuk menghasilkan material untuk terapi biologis seperti antibodi atau vaksin dan obat-obatan.  “Jika Anda berpikir  rangkaian bakteri sebagai pengkodean program komputer, dan sirkuit mamalia pengkodean pabrik, Anda bisa menggabungkan kode komputer hibrid  yang menggabungkan rangkaian bakteri dan pabrik sirkuit mamalia yang unik dan tak terbayangkan sebelumnya,” tegas Boyden.

Para peneliti MIT juga sedang merancang liposom yang dapat menyatu satu sama lain dalam cara yang terkontrol. Untuk melakukan itu, mereka dapat memprogram sel-sel tertentu sehingga berperan sebagai pabrik seluler penghasil protein dan material bernilai lainnya.

Ke depan, bukan hal mustahil, teknik isolasi  ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan aneka benih tanaman  unggul hingga dapat membuahkan hasil panen dengan produktivitas tinggi, sekaligus berkualitas prima. Hal yang sama dapat digunakan untuk menghasikan bibit-bibit hewan unggul.

Dengan aplikasi sirkuit genetik, aneka mikroba dan organisma lainnya, pun dapat diberdayakan untuk menjadi sumber dan pabrik material bernilai ekonomi tinggi. Termasuk sebagai mesin dan pabrik pemasok obat, pangan dan energi masa depan.

Sirkit Biologi dan Nano Partikel

Sebelumnya, sudah muncul beberapa model rekayasa genetik yang ditawarkan. Antara lain sirkuit bilogi dan beberapa model partikel nano.

Sirkuit bilogi dikembangkan tim MIT untuk mengurangi reaksi penolakan dari komponen biologi lain. Dipublikasi jurnal  Nature Biotechnology (Desember 2014), sirkuit ini berperan sebagai biosensor. Terdiri atas sel-sel detektor sel kanker,  sirkuit juga dapat memacu terbentuknya molekul pemburu sel kanker.  Inovatornya  Domitilla Del Vecchio dan Ron Weiss, keduanya dari MIT.

Inovasi lainnya adalah perangkat nanopartikel pengendali penyakit yang dikembangkan beberapa tim dari MIT dan Universitas California (UCLA). Tim MIT mengembangkan nanopartikel dapat mengendalikan  pembaca pesan RNA dan  pengendali penyakit kanker,  jantung, dan diabetes.

 

“Perangkat nanopartikel dapat menjadi agen terapi RNA yang potensial untuk mengatasi masalah kanker dan jantung,’’ kata Daniel Anderson, profesor teknik kimia MIT dan anggota ahli  Koch Institute for Integrative Cancer Research dan Institute for Medical Engineering and Science.

Sebulan sebelumnya, American Chemical Society (April 2016) melaporkan model   nanopartikel yang dapat meirilis tiga obat kanker ovarium. ‘’Kami mengembangkan nanoparticle yang dapat membawa dan melepas tiga macam obat dalam dosis yang tepat pada satu waktu,” ungkap Jeremiah Johnson, asisten profesor teknik kimia MIT.

 

Sementara itu, dua tahun sebelumnya, Henry Samueli dari UCLA sukses merancang model nanopartikel untuk bakteri penghasil antibiotik. Perangkat nano yang dikembangkannya berbasis klaster medan magnet, berdimensi 1,000 kali lebih kecil dari rambut manusia.

 

Dedi Junaedi

Tags: PengamanSel SintetisSirkuit Genetik
Share16Tweet10Send
Previous Post

Mengenal Aneka Gempa bumi

Next Post

Erdogan Tawarkan Kewarganegaraan kepada Pengungsi Suriah dan Irak

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result