15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 5 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Sel Sintetis Pengaman Sirkuit Genetik

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
7 January 2017
in Sains
0

 

Oleh Dedi Junaedi

Terapi gen dipercaya akan menjadi solusi masa depan yang andal. Tak hanya untuk mengatasi masalah penyakit dan kesehatan, rekayasa genetik juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aneka benih dan bibit unggul untuk menjawab masalah penyediaan pangan dan energi masa depan.

 

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Untuk itu, satu terobosan telah dirintis  tim perekayasa MIT (Massachussets Institute of Technology). Menjelang akhir tahun 2016, mereka berhasil mengembangkan teknik pembuatan sirkuit genetik untuk mendukung aplikasi terapi gen yang efektif dan aman. Bahkan, para insinyur dari univesitas top di AS itu telah pula mengembangkan cara mengisolasi sirkuit genetik dalam sebuah sel sintetik.

 

Sebelumnya, ada kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Mengingat sirkuit genetik terusun atas sejumlah  komponen genetik aktif, terbuka kemungkinan adanya interaksi antar komponen yang saling mempengaruhi atau dapat mengganggu satu sama lain. Maka, isolasi, terhadap sirkuit atau mesin genetik, diperlukan untuk  mencegah kemungkinnan munculnya gangguan atau cemaran dari luar yang tak diharapkan.

Sel Sintetis

Sel biologi sintetis, menurut  Edward Boyden,  profesor  biologi rekayasa  MIT,  memungkinkan para ilmuwan dapat mengemas  sirkuit-sirkuit genetik aman secara fisik, biologi dan kimia. ‘’Teknik serupa dapat dimanfaatkan untuk pembuatan mesin atau pabrik genetik untuk kepentingan fungsi baru seperti memproduksi obat atau molekul lain yang bermanfaat,’’ jelasnya

Kini, peneliti MIT telah menunjukkan bahwa sirkuit ini dapat diisolasi dalam  sel tunggal sintetik untuk mencegah mereka dari mengganggu satu sama lain. Para peneliti juga dapat mengontrol komunikasi antar sel-sel. Dengan begitu, terbuka juga jalan untuk menyusun rangkaian sirkuit genetik  dan menyambungkannya dengan sistem individu suatu organism hidup.

Teknik isolasi sel sintetis diperlukan untuk untuk pengembangan komponen multigen. ‘’Fungsi utamanya sebagai dinding penghalang untuk mencegah kemungkinan adanya cross-talk antar komponen.  Dengan isolasi, mereka terhalang satu sama lain,’’ tambah Edward Boyden, yang juga juga anggota  Media Lab MIT,  McGovern Institute for Brain Research, dan  HHMI-Simons Faculty Scholar.

Pendekatan ini telah memungkinkan para peneliti untuk merancang sirkuit dengan fungsi spesial. Misalnya,  memproduksi senyawa kompleks tertentu, atau dapat diperankan bertindak sebagai sensor yang merespon perubahan  lingkungan sekitarnya. Lebih jauh, aplikasinya dapat ditingkatkan untuk membuat semacam mesin dan bahkan pabrik genetik untuk solusi alternative bidang kesehatan, pangan dan energi .

Boyden adalah penulis senior dalam makalah yang dirilis jurnal  Nature Chemisty (2016). Dia menulis bersama mahasiswa  postdoc MIT, Kate Adamala, yang kini menjadi asisten profesor di University of Minnesota, serta  Daniel Martin-Alarcon dan  Katriona Guthrie-Honea. Keduanya alumni dan peneliti MIT.

Kendali Sirkuit

Tim MIT mengembangkan sirkuit genetik yang dikemas dalam isolasi   liposom, yang memiliki membran lemak mirip dengan membran sel. Sel-sel sintetis ini sebenarnya tidak hidup, tapi dilengkapi dengan banyak mesin seluler yang diperlukan untuk membaca DNA dan memproduksi protein.

Dengan memisahkan sirkuit dalam liposom mereka sendiri, para peneliti mampu menciptakan sirkuit terpisah yang tidak bisa dijalankan dalam wadah yang sama pada waktu yang sama. Meski begitu,  dapat berjalan secara paralel satu sama lain, berkomunikasi dengan cara dikendalikan. Pendekatan ini juga memungkinkan para ilmuwan  dapat meng-on off-kan atau memanipulasi  fungsi  komponen genetik komponen tertentu,  gen dan faktor transkripsi protein, untuk melakukan tugas yang berbeda dalam jaringan makhluk hidup.

“Jika Anda memisahkan sirkuit menjadi dua liposom yang berbeda, Anda bisa memiliki satu alat melakukan satu pekerjaan dalam satu liposom, dan alat yang sama melakukan pekerjaan berbeda dalam liposom lainnya,” ungkap Martin-Alarcon. “Ini memperluas jumlah fungsi lain dengan  Anda menggunakan  blok bangunan yang sama.”

Pendekatan ini juga memungkinkan komunikasi antara sirkuit dari berbagai jenis organisme, seperti bakteri dan mamalia, dikendalikan sesuai kebutuhannya.

Sebagai ilustrasi, para peneliti menciptakan sebuah sirkuit yang menggunakan bagian genetik bakteri untuk produksi molekul teofilin, obat yang mirip dengan kafein. Adanya molekul ini memicu terbentuknya molekul lain seperti  doxycycline. Pada liposom mamalia, doxycycline ternyata mengaktifkan fungsi genetik yang menghasilkan luciferase, protein yang menghasilkan cahaya.

Pabrik Material

Menggunakan versi sirkuit yang telah dimodifikasi,  ilmuwan MIT bisa membuat sirkuit genetik untuk menghasilkan material untuk terapi biologis seperti antibodi atau vaksin dan obat-obatan.  “Jika Anda berpikir  rangkaian bakteri sebagai pengkodean program komputer, dan sirkuit mamalia pengkodean pabrik, Anda bisa menggabungkan kode komputer hibrid  yang menggabungkan rangkaian bakteri dan pabrik sirkuit mamalia yang unik dan tak terbayangkan sebelumnya,” tegas Boyden.

Para peneliti MIT juga sedang merancang liposom yang dapat menyatu satu sama lain dalam cara yang terkontrol. Untuk melakukan itu, mereka dapat memprogram sel-sel tertentu sehingga berperan sebagai pabrik seluler penghasil protein dan material bernilai lainnya.

Ke depan, bukan hal mustahil, teknik isolasi  ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan aneka benih tanaman  unggul hingga dapat membuahkan hasil panen dengan produktivitas tinggi, sekaligus berkualitas prima. Hal yang sama dapat digunakan untuk menghasikan bibit-bibit hewan unggul.

Dengan aplikasi sirkuit genetik, aneka mikroba dan organisma lainnya, pun dapat diberdayakan untuk menjadi sumber dan pabrik material bernilai ekonomi tinggi. Termasuk sebagai mesin dan pabrik pemasok obat, pangan dan energi masa depan.

Sirkit Biologi dan Nano Partikel

Sebelumnya, sudah muncul beberapa model rekayasa genetik yang ditawarkan. Antara lain sirkuit bilogi dan beberapa model partikel nano.

Sirkuit bilogi dikembangkan tim MIT untuk mengurangi reaksi penolakan dari komponen biologi lain. Dipublikasi jurnal  Nature Biotechnology (Desember 2014), sirkuit ini berperan sebagai biosensor. Terdiri atas sel-sel detektor sel kanker,  sirkuit juga dapat memacu terbentuknya molekul pemburu sel kanker.  Inovatornya  Domitilla Del Vecchio dan Ron Weiss, keduanya dari MIT.

Inovasi lainnya adalah perangkat nanopartikel pengendali penyakit yang dikembangkan beberapa tim dari MIT dan Universitas California (UCLA). Tim MIT mengembangkan nanopartikel dapat mengendalikan  pembaca pesan RNA dan  pengendali penyakit kanker,  jantung, dan diabetes.

 

“Perangkat nanopartikel dapat menjadi agen terapi RNA yang potensial untuk mengatasi masalah kanker dan jantung,’’ kata Daniel Anderson, profesor teknik kimia MIT dan anggota ahli  Koch Institute for Integrative Cancer Research dan Institute for Medical Engineering and Science.

Sebulan sebelumnya, American Chemical Society (April 2016) melaporkan model   nanopartikel yang dapat meirilis tiga obat kanker ovarium. ‘’Kami mengembangkan nanoparticle yang dapat membawa dan melepas tiga macam obat dalam dosis yang tepat pada satu waktu,” ungkap Jeremiah Johnson, asisten profesor teknik kimia MIT.

 

Sementara itu, dua tahun sebelumnya, Henry Samueli dari UCLA sukses merancang model nanopartikel untuk bakteri penghasil antibiotik. Perangkat nano yang dikembangkannya berbasis klaster medan magnet, berdimensi 1,000 kali lebih kecil dari rambut manusia.

 

Dedi Junaedi

Tags: PengamanSel SintetisSirkuit Genetik
Share16Tweet10Send
Previous Post

Mengenal Aneka Gempa bumi

Next Post

Erdogan Tawarkan Kewarganegaraan kepada Pengungsi Suriah dan Irak

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result